JERUK merupakan salah satu buah yang paling populer dan digemari di seluruh dunia karena rasanya yang segar dan kandungan gizinya yang melimpah. Selain mudah ditemukan, jeruk juga dikenal sebagai sumber vitamin C yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, manfaat jeruk tidak hanya sebatas itu—berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa buah ini menyimpan banyak khasiat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
1. Sumber Vitamin C yang Tinggi. Jeruk dikenal luas sebagai buah yang kaya akan vitamin C, atau asam askorbat. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition, vitamin C berperan penting sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin ini juga berkontribusi pada pembentukan kolagen, penyerapan zat besi, serta peningkatan sistem imun. Mengonsumsi satu buah jeruk dapat mencukupi lebih dari 100% kebutuhan harian vitamin C orang dewasa.
2. Meningkatkan Imunitas Tubuh. Dalam studi oleh Nutrients (2017), jeruk terbukti mengandung fitokimia seperti flavonoid (hesperidin, narirutin) yang bersifat imunomodulator. Senyawa-senyawa ini bekerja sinergis dengan vitamin C untuk mengaktivasi sel-sel kekebalan seperti limfosit dan fagosit, meningkatkan produksi antibodi, serta mempercepat respon imun terhadap patogen. Oleh karena itu, konsumsi jeruk secara rutin dapat membantu tubuh lebih tahan terhadap infeksi.
3. Menjaga Kesehatan Jantung. Jeruk juga memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan kardiovaskular. Studi oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi flavonoid dari jeruk dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi endotelial (lapisan pembuluh darah). Selain itu, kandungan kalium pada jeruk membantu menyeimbangkan elektrolit tubuh dan menurunkan risiko hipertensi. Serat larut dalam jeruk juga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.
Baca Juga: 10 Buah Pencegah Asam Lambung
4. Menurunkan Risiko Batu Ginjal. Jeruk mengandung asam sitrat alami yang memiliki efek alkalisasi urin. Berdasarkan riset dari Clinical Journal of the American Society of Nephrology, asupan jeruk secara teratur dapat meningkatkan ekskresi sitrat dalam urin dan mencegah pembentukan batu kalsium oksalat, penyebab utama batu ginjal. Ini menjadikan jeruk sebagai alternatif alami untuk terapi pencegahan batu ginjal.
5. Menyehatkan Kulit dan Memperlambat Penuaan. Kandungan vitamin C yang tinggi pada jeruk membantu mempercepat regenerasi kulit dan meningkatkan produksi kolagen, protein penting untuk elastisitas kulit. Penelitian dari Dermato-Endocrinology menyebutkan bahwa antioksidan dalam jeruk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan polusi. Jeruk juga mengandung beta-karoten yang membantu memperbaiki warna kulit dan menjaga kelembapan alami.
6. Mendukung Kesehatan Pencernaan. Serat pangan dalam jeruk, khususnya jenis serat larut seperti pektin, terbukti membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Berdasarkan jurnal Nutrients (2020), serat larut meningkatkan pertumbuhan bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang berkontribusi terhadap pencernaan yang sehat. Selain itu, serat ini juga membantu mengurangi sembelit dan memperlambat penyerapan gula, menjaga kestabilan kadar glukosa darah.
7. Mencegah Kanker Berkat Kandungan Antioksidannya. Jeruk mengandung antioksidan kuat seperti flavonoid, limonoid, dan karotenoid, yang telah diteliti memiliki efek antikanker. Sebuah publikasi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry melaporkan bahwa limonoid dalam jeruk dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan usus besar. Antioksidan ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas dan memicu apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel abnormal.
Baca Juga: 10 Buah yang Redakan Asam Urat
8. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2. Walaupun manis, jeruk memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Penelitian dalam Diabetes Care menunjukkan bahwa konsumsi buah jeruk secara moderat dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena kandungan seratnya yang tinggi membantu mengontrol lonjakan glukosa setelah makan. Selain itu, flavonoid seperti naringenin dalam jeruk dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
9. Menjaga Kesehatan Mata. Kandungan vitamin A (dalam bentuk beta-karoten), vitamin C, dan senyawa antioksidan lain pada jeruk membantu melindungi mata dari degenerasi makula dan katarak. Studi dalam Archives of Ophthalmology menemukan bahwa orang yang mengonsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk memiliki risiko lebih rendah terkena gangguan mata terkait usia. Beta-karoten juga penting dalam pembentukan rodopsin, protein penting untuk penglihatan malam.
10. Membantu Penurunan Berat Badan. Jeruk merupakan buah rendah kalori namun kaya serat dan air, yang membuatnya ideal untuk diet penurunan berat badan. Sebuah studi dari Appetite Journal mengungkapkan bahwa konsumsi jeruk utuh (bukan jus) sebagai camilan dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama dan mengurangi asupan kalori total sepanjang hari. Kandungan pektin juga membantu memperlambat pencernaan dan memperpanjang rasa kenyang.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kasus HIV Meningkat di Timur Tengah dan Afrika Utara