Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Ribu Tentara Israel Stres Sejak Oktober 2023

Arina Islami - Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:14 WIB

Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:14 WIB

1 Views

Tentara Pendudukan Israel yang terluka akibat perlawanan Palestina di Nazareth, di evakuasi. (Foto: Qudspress)

Gaza, MINA – Ribuan tentara Zionis Israel mengalami stres pasca-trauma karena menghadapi pejuang Palestina di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, tercatat sebanyak 10.000 tentara cadangan Zionis meminta layanana kesehatan mental.

The Jerusalem Post melaporkan, beberapa hari lalu seorang tentara melakukan bunuh diri setelah menerima perintah untuk kembali bertugas militer di Jalur Gaza.

Sebelumnya, surat kabar Israel Haaretz mengungkapkan bahwa 10 perwira dan tentara Israel telah melakukan bunuh diri sejak 7 Oktober, beberapa di antaranya bunuh diri dalam pertempuran di pemukiman sekitar Gaza.

Pada Mei 2024, sebuah penerbangan oleh maskapai sewaan El Al, Sun D’Or menuju ke Georgia terpaksa berbalik dan mendarat setelah seorang penumpang menyerang awak kabin.

Baca Juga: Al-Qassam Rilis Rekaman Penyergapan terhadap Tentara Israel di Tal al-Hawa Gaza

Pria itu diidentifikasi sebagai tentara Israel yang mengalami gangguan stres pasca-trauma karena tugas militer di Jalur Gaza.

“Dia memukul pramugari dan berteriak ke seluruh pesawat hingga tiba-tiba tumbang,” kata seorang saksi mata dilansir the Times of Israel.

Menurut saksi mata itu, tentara Israel tersebut berteriak, “Saya berada di Gaza, dan saya menderita PTSD, saya melihat mayat-mayat terbang di udara.”

Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, juga sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah menyelamatkan seorang tahanan Israel dari upaya bunuh diri di mana dia ditangkap di Jalur  Gaza.

Baca Juga: Israel Klaim Hamas Masih Mampu Bom Tel Aviv dan Yerusalem

Pada pertengahan Maret lalu, tentara Israel mengakui bahwa mereka menghadapi masalah kesehatan mental terbesar sejak 1973, dengan latar belakang perang yang dilancarkan faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza dengan tentara pendudukan sejak Badai Al-Aqsa.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Partai Buruh Brasil Dukung Gerakan Pembebasan Palestina

Rekomendasi untuk Anda