Turis Muslim Meningkat, Jepang Kembangkan Produk Halal

Tetsuta Otsuru (kanan) saat memberikan pers briefing di Tokyo. (Foto: BT/Fitri Shahminan)
Tetsuta Otsuru (kanan), Direktur Divisi Kebijakan Ekonomi Kemlu Jepang, saat memberikan pers briefing di Tokyo. (Foto: BT/Fitri Shahminan)

Tokyo, 2 Jumadil Awwal 1437/10 Februari 2016 (MINA) – Ambisi Jepang untuk melebarkan sayap bisnis makanan halal menguat menyusul akan diselenggarakannya olimpiade di Tokyo pada 2020. Pemerintah Jepang akan bekerja sama dengan berbagai negara Muslim.

Direktur Divisi Kebijakan Ekonomi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang Tetsuya Otsuru memperkirakan jumlah pengunjung Muslim menuju Jepang selama olimpiade akan membludak. Artinya, permintaan mengenai makanan halal juga akan melonjak.

“Para pengusaha restoran Jepang barangkali akan fokus terlebih dahulu mengadopsi standar dari negara Timur Tengah yang lebih berpengalaman dalam setifikasi halal,” ujar Tetsuya seperti dilaporkan Brunei Times, dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dengan mendapatkan sertifikasi halal dari negara Timur Tengah, pengusaha Jepang akan lebih mudah mendapatkan sertifikasi halal dari negara muslim di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darusalam.

“Hal itu dapat dilanjutkan dengan melakukan diskusi bilateral. Kami perlu mengadakan dan meningkatkan dialog dengan negara muslim di Asia Tenggara. Tapi, saat ini, kami belum memiliki langkah-langkah kongkrit untuk hal itu,” kata Tetsuya.

Mie Katsun, Kepala Kantor Budaya Tradisional di Kementerian Pertanian Kehutanan dan Perikanan Brunei Darusalam, mengatakan perolehan sertifikasi halal itu akan memerlukan biaya. Tetsuya menyadari hal ini dan mengaku siap memberikan dukungan finansial.

Sistem sertifikasi halal yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) Brunei juga sudah diakui dan terakreditasi di seluruh dunia. Hal ini sejalan dengan rencana kesultanan Brunei yang ingin memperbaiki dan meningkatkan ekonomi nasional. (T/P020/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)