Wahai Pemuda, Kebangkitan Dunia Ada Di Pundakmu

baca quran“Berikan aku 10 , maka akan kugoncang Dunia,” .

Mendengar kalimat yang disampaikan oleh presiden pertama Indonesia ini kiranya tidak asing lagi di telinga kita. Siapapun yang mendengarnya, tidak dipungkiri semangat menggelora yang di sampaikan dalam sebuah pidato itu membuat aliran darah kita yang membacanya pun ikut mengalir dengan kencang.

Pemuda adalah ujung tombak suatu bangsa dan agama di masa mendatang. Dia adalah unsur terpenting dalam sebuah negara. Kita bisa melihat maju atau mundurnya suatu negara melalui tingkat keilmuan dan keimanan yang dimiliki generasi muda di negara tersebut.

Sebagaimana Hasan Al-Banna berkata, “Dalam setiap kebangkitan sebuah peradaban di belahan dunia manapun, maka kita akan menjumpai bahwa pemuda adalah salah satu irama rahasia”.

Sayangnya,masih banyak pemuda masa kini jauh panggang dari api. Jauh dari harapan apa yang diinginkan. Kita lihat, mereka lebih banyak memilih menghabiskan waktunya sia-sia.

Data Litbang Suratkabar Kompas berdasarkanย  hasil survei melaluii telepon yang mengambil 593 responden dipilih acak dari 12 kota besar di Indonesia, menunjukkan 26,8% pemuda telah memakai narkoba, 17,9% melakukan pergaulan bebas, 5,6% melakukan tindakan kriminalitas.ย  Kesemuanya itu sangat menghawatirkan.

Fenomena ini, mestinya membuka mata kita sebagai generasi muda untuk berbenah diri. Bagaimana tidak, berjayanya Islam bergantung pada pundak kita. Tidak hanya itu, masa muda merupakan masa yang akan diminta pertanggung jawaban kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ู„ุงูŽ ุชูŽุฒููˆู’ู„ู ู‚ูŽุฏูŽู…ูŽุง ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู’ู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ุญูŽุชู‰ู‘ูŽ ูŠูุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฎูŽู…ู’ุณู: ุนูŽู†ู’ ุนูู…ู’ุฑูู‡ู ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽูู’ู†ูŽุงู‡ู ูˆูŽ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุจูŽุงุจูู‡ู ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽุจู’ู„ุงูŽู‡ู ูˆูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจูŽู‡ู ูˆูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽ ู…ูŽุง ุฐูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุนูŽู„ูู…ูŽ

โ€œKedua kaki anak Adam tidak akan beranjak pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya sehingga ditanya tentang lima perkara; tentang umur pada apa ia habiskan, kepemudaannya pada apa ia hancurkan, hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan dan apa yang telah ia kerjakan pada apa yang telah ia ketahui. [HR at-Turmudziy: 2416, Abu Yaโ€™la, ath-Thabraniy, Ibnu โ€˜Adiy dan Ibnu Asakir. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan ].

Pentingnya masa muda pun Rasul tekankan dalam sabdanya:

((ุงุบู’ุชูŽู†ูู…ู’ ุฎูŽู…ู’ุณุงู‹ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฎูŽู…ู’ุณู ุดูŽุจูŽุงุจูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู‡ูŽุฑูŽู…ููƒูŽ ูˆูŽุตูุญู‘ูŽุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุณูŽู‚ูŽู…ููƒูŽ
ูˆูŽุบูู†ูŽุงุกูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽููŽุฑุงุบูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุดูุบู’ู„ููƒูŽ ูˆูŽุญูŽูŠูŽุงุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู…ูŽูˆู’ุชููƒูŽ))

โ€œPergunakanlah yang lima sebelum datang masa yang lima; Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum datang masa kematianmuโ€. (HR Hakim no 7846).

Maka, terjawablah mengapa Allah memberikan naungan kepada pemuda khususnya yang mana pada saat itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah r dalam sabda Beliau;

ยซุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููู‰ ุธูู„ู‘ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ุงูŽ ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุธูู„ู‘ูู‡ู โ€ฆ ูˆูŽุดูŽุงุจู‘ูŒ ู†ูŽุดูŽุฃูŽ ููู‰ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูยป

โ€œAda tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: โ€ฆDan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah โ€ฆโ€[4]. (HR Al Bukhary no 629 dan Muslim no 1031).

Usia muda, menurut Imam Abul ‘Ula ala-Mubarakfuri dalam Kitab โ€œTuhfatul ahwadziโ€ (7/57), mengatakan hadits ini Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengkhususkan penyebutan “seorang pemuda” karena usia muda adalah masa yang berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan dorongan untuk mengikuti hawa nafsu pada dirinya , maka dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah (tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya (nilai) ketakwaan (dalam diri orang tersebut)โ€. (Rahmi/P2)

Bersambung . . .

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)