Gaza, MINA – Pusat Studi Politik dan Pembangunan Palestina engumumkan pada hari Selasa (25/2), jumlah orang hilang di Gaza telah melampaui 14.000 orang, termasuk 2.000-3.000 orang yang ditahan di penjara pendudukan Israel, tanpa merilis informasi apa pun tentang nasib mereka.
Pusat tersebut menyatakan dalam lembar fakta, jenazah orang-orang yang masih hilang diyakini masih berada di bawah reruntuhan atau di daerah yang diblokir oleh pasukan pendudukan Israel (IOF). Palestinian Information Center melaporkan.
Menurut Pusat tersebut, kategori orang hilang termasuk mereka yang hilang setelah perlawanan menyerbu wilayah Gaza pada 7 Oktober 2023, korban pemboman intensif yang terkubur di bawah reruntuhan, dan mereka yang ditahan di penjara Israel tanpa informasi yang diberikan tentang keberadaan mereka, juga mereka yang hilang selama pemindahan paksa.
Dijelaskan bahwa IOF memberlakukan pembatasan yang menghalangi dokumentasi akurat tentang jumlah orang hilang, dan mencegah tim penyelamat mencapai para korban, yang selanjutnya memperburuk krisis kemanusiaan.
Baca Juga: Tentara Israel Umumkan Rencana Rebut Tanah di Masafer Yatta, Tepi Barat
Pusat tersebut menyerukan agar Israel diberi tekanan internasional untuk memastikan tim kemanusiaan mencapai daerah yang terkena dampak, menuntut dokumentasi yang lebih baik melalui peralatan forensik dan pengujian DNA untuk mengidentifikasi korban.
Pusat tersebut juga menekankan perlunya membangun mekanisme koordinasi internasional di antara organisasi-organisasi hak asasi manusia guna mendokumentasikan pelanggaran dan meminta pertanggungjawaban pejabat Israel, serta menegaskan pentingnya memberikan dukungan psikologis dan sosial kepada keluarga korban yang hilang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PA Peringatkan Pembatasan Israel di Masjid Al-Aqsa Jelang Ramadan