Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

15 Cara Berjuang Membela Palestina

Bahron Ansori Editor : Ali Farkhan Tsani - 22 detik yang lalu

22 detik yang lalu

0 Views

Total syuhada sejak 7 Oktober 2023 sampai Jumat (20/12/2024) mencapai 45.206 orang, dan korban luka mencapai 107.512. [Foto: Dok. Spirit Of Aqsa]

SITUASI di Jalur Gaza hingga akhir Maret 2025 menunjukkan penderitaan yang mendalam bagi penduduknya akibat konflik yang berkepanjangan. Berikut adalah gambaran kondisi terkini dan total jumlah korban,

Hingga 24 Maret 2025, jumlah korban syahid di Gaza mencapai 50.021 jiwa, dengan 113.274 orang luka-luka sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023. Setelah gencatan senjata berakhir pada 18 Maret 2025, serangan yang terjadi telah mensyahidkan hampir 700 warga Palestina dalam satu pekan. ​

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang terus berlanjut, meninggalkan rumah dan harta benda mereka demi mencari tempat yang lebih aman.

Selain itu, blokade dan pembatasan akses telah menyebabkan kelangkaan makanan dan air bersih, memperburuk kondisi kesehatan masyarakat yang sudah rentan. ​Yang miris juga, fasilitas medis kewalahan menangani jumlah korban yang terus meningkat, dengan persediaan obat-obatan dan peralatan medis yang menipis.

Baca Juga: Pembantaian Jurnalis di Gaza, Kebenaran yang Dibungkam

Gaza kini tak ubahnya puing-puing kota mati. Rumah-rumah hancur, sekolah runtuh, masjid rata dengan tanah. Jalanan yang dulu ramai kini dipenuhi reruntuhan dan lubang besar akibat bom. Rumah sakit pun tak lagi layak disebut sebagai tempat penyembuhan, atap berlubang, dinding retak, dan lantainya dipenuhi darah serta debu. Jaringan listrik dan komunikasi mengalami kerusakan parah, mengisolasi Gaza dari dunia luar dan menyulitkan koordinasi bantuan kemanusiaan.

Anak-anak Gaza kini tidak hanya menangis karena ketakutan, tetapi juga karena perut yang kosong. Pasokan makanan semakin menipis, dan antrean panjang di tempat distribusi bantuan sering kali berujung pada kekecewaan karena persediaan habis sebelum semua mendapat giliran. Banyak yang harus bertahan hidup hanya dengan sepotong roti kering dan air yang hampir tak layak minum.

Di rumah sakit yang sudah tak mampu menampung pasien, dokter dan perawat bekerja tanpa henti, meskipun alat medis sangat terbatas. Ruangan dipenuhi suara rintihan orang-orang yang terluka, anak-anak dengan tubuh bersimbah darah, dan para ibu yang menangisi bayi mereka yang tak lagi bernapas. Bau obat bercampur dengan anyir darah memenuhi udara. Listrik yang sering padam membuat operasi dilakukan dalam kegelapan, hanya diterangi senter seadanya.

Di balik reruntuhan, anak-anak kecil memandangi puing-puing yang dulu adalah rumah mereka. Namun mereka masih bisa tersenyum, walau berjalan tanpa orang tua, menjadi yatim bahkan yatim piatu akibat perang. Sekolah mereka hancur, buku-buku mereka terkubur di bawah reruntuhan, dan dunia mereka yang seharusnya penuh warna kini hanya berisi abu.

Baca Juga: 9 Strategi Media Barat dalam Menampilkan Isu Palestina secara Bias

Di Gaza, setiap hari bisa menjadi hari terakhir. Tak ada tempat yang benar-benar aman, bom bisa jatuh kapan saja, di mana saja. Suara ledakan menjadi latar belakang kehidupan sehari-hari. Keluarga yang sedang tidur bisa terkubur hidup-hidup dalam sekejap. Bau kematian menyelimuti setiap sudut kota. Kuburan massal terus digali, namun sering kali tak cukup untuk menampung semua jenazah yang terus berdatangan.

Air bersih kini menjadi barang langka di Gaza. Sumur-sumur telah hancur, dan air yang tersedia sering kali telah terkontaminasi. Anak-anak meminum air yang sama dengan yang digunakan untuk mencuci dan mandi, menyebabkan penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga kolera semakin merajalela. Rumah sakit yang sudah kewalahan tak mampu menangani pasien tambahan akibat minimnya obat dan tenaga medis.

Situasi di Gaza terus memburuk, dengan jumlah korban jiwa dan luka-luka yang meningkat setiap hari. Masyarakat internasional diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan kekerasan dan memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh penduduk Gaza.

Lalu, bagaimana caranya agar kita yang di luar Palestina dapat menunjukkan pembelaan kita terhadap Palestina yang dalam kondisi seperti tersebut.

Baca Juga: Sejarah Yahudi adalah Sejarah Kekalahan

Berikut 15 cara sederhana membela Palestina, yaitu:

Pertama, Memahami Sejarah dan Fakta Palestina. Pahami sejarah konflik Palestina-Israel, hukum internasional, serta perkembangan terbaru agar bisa membela Palestina dengan argumentasi yang kuat. Gunakan sumber terpercaya seperti www.minanews.net, jurnal akademik, buku sejarah, dan laporan HAM.

Kedua, Menyebarkan Informasi yang Benar. Sebarkan berita dan fakta akurat tentang Palestina melalui media sosial, blog, atau diskusi publik untuk melawan propaganda yang menyimpang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sampaikan dariku walau satu ayat.” (H.R. Bukhari).

Ketiga, Bergabung dalam Aksi dan Demonstrasi Damai. Ikuti aksi solidaritas dan demonstrasi damai di kotamu untuk memberikan tekanan politik terhadap pemerintah agar mendukung Palestina. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya.” (H.R. Muslim).

Baca Juga: Jelajah Bumi Para Nabi

Keempat, Mendukung Gerakan Boikot (BDS). Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) adalah gerakan global yang menekan Israel untuk menghentikan pendudukan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina. Boikot, tidak membeli produk, layanan, atau mendukung perusahaan yang terlibat dalam pendudukan Israel.

Divestasi, menarik investasi dari perusahaan yang mendukung pendudukan Israel. Sanksi, mendesak pemerintah dan organisasi internasional untuk memberikan sanksi terhadap Israel. Contoh: Embargo senjata atau penghentian kerja sama ekonomi dan militer. Allah Ta’ala berfirman,  “Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Q.S. Al-Maidah [5]: 2)

Kelima, Menulis dan Berbicara di Media Publik. Tulis artikel, opini, atau ceramah tentang Palestina di media massa, podcast, atau forum akademik agar lebih banyak orang memahami masalah Palestina. Anda bisa mengirimkan tulisan-tulisan yang menyuarakan pembelaan terhapada Palestina melalui Kantor berita MINA dengan alamat website: www.minanews.net.

Keenam, Melakukan Cyber Jihad di Media Sosial. Gunakan platform seperti Twitter, Instagram, dan Facebook untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina, membongkar kejahatan Zionisme, dan memviralkan tagar solidaritas.

Baca Juga: Menjaga Diri dari Godaan Duniawi di Akhir Ramadhan

Ketujuh, Mengirim Surat dan Petisi kepada Pemerintah. Tekan pemerintah dan organisasi dunia dengan mengirim surat atau menandatangani petisi untuk menuntut kebijakan yang pro-Palestina.

Kedelapan, Menggalang Dana untuk Palestina. Donasikan uang ke lembaga resmi yang menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya untuk rakyat Palestina. Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 261).

Kesembilan, Mengadakan Kajian dan Diskusi tentang Palestina. Selenggarakan atau ikuti kajian yang membahas Palestina dari perspektif Islam, sejarah, dan hukum internasional agar umat semakin sadar dan peduli.

Kesepuluh, Mengajar Anak-Anak tentang Palestina. Tanamkan kecintaan kepada Palestina dalam pendidikan anak-anak melalui buku, film, dan cerita Islami tentang Masjid Al-Aqsha. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Didiklah anak-anak kalian dengan ilmu yang bermanfaat.” (HR. Abu Dawud). Salah satu ilmu yang bermanfaat itu adalah mengajari anak-anak tentang pentingnya mengenal Palestina yang di dalamnya ada Masjid Al Aqsa.

Baca Juga: Bulan Ramadhan Ibarat Permainan Ular Tangga, Dimana Posisi Kita?

Kesebelas, Menggunakan Produk dan Jasa Muslim atau Lokal. Dukung bisnis Muslim atau lokal untuk memperkuat ekonomi umat Islam dan mengurangi ketergantungan pada perusahaan yang mendukung Zionisme.

Keduabelas, Membangun Jaringan Solidaritas dengan Organisasi Kemanusiaan. Bergabunglah dengan komunitas atau organisasi yang berfokus pada isu Palestina untuk memperluas jangkauan advokasi dan aksi nyata.

Ketigabelas, Melakukan Perlawanan Budaya. Perkenalkan Palestina dalam karya seni, film, lagu, dan sastra untuk meningkatkan kesadaran publik dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami.

Keempatbelas, Berdoa untuk Kemenangan Palestina. Doa adalah senjata paling kuat yang dapat kita gunakan untuk mendukung Palestina. Mintalah pertolongan Allah untuk membebaskan Al-Aqsha dan menolong saudara-saudara kita di Palestina. Allah Ta’ala berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.” (Qs. Ghafir: 60)

Baca Juga: Gila Hormat dalam Perspektif Ilmiah dan Syariat Islam

Kelimabelas, Berusaha Menjadi Muslim yang Kuat dan Berdaya. Membela Palestina butuh umat Islam yang kuat secara iman, ekonomi, dan ilmu. Jadilah pribadi yang berdaya agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi perjuangan Palestina. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (H.R. Muslim)

Membela Palestina tidak hanya dengan senjata, tetapi bisa dilakukan melalui ilmu, media, ekonomi, diplomasi, dan doa. Dengan menerapkan 15 cara di atas ini, kita semua dapat menjadi bagian dari perjuangan membebaskan Palestina dan Masjid Al-Aqsha. Aamiin.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Tarawih Express: Antara Kecepatan dan Kekhusyukan

 

 

Baca Juga: Defisit Amal: Sebab dan Solusi Menurut Islam

Rekomendasi untuk Anda