RELAWAN INDONESIA KE GAZA DI TENGAH BOMBARDIR ZIONIS ISRAEL

Relawan RS Indonesia kembali ke Jalur Gaza (Dok MINA)
Relawan RS Indonesia kembali ke Jalur Gaza (Dok MINA)

Bogor, 29 Sya’ban 1435/28 Juni 2014 (MINA) – Situasi Gaza yang kembali memanas pekan ini tidak menyurutkan tekad para relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berangkat ke kawasan yang dibombardir pesawat tempur Zionis Israel beberapa hari lalu.

MER-C mengirim 15 relawan dari Pesantren Al-Fatah ke Jalur Gaza untuk melanjutkan penyelesaian penyediaan fasilitas instalasi listrik Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) di Gaza, Sabtu ini.

“Kami telah siap syahid menghadapi situasi yang terburuk sekalipun,” ujar Edi Wahyudi (39 th), salah seorang relawan yang kembali diutus MER-C untuk ketiga kalinya ke Jalur Gaza, Jum’at malam (27/6), kepada wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA) dalam acara pelepasan dan pembekalan relawan di Masjid At-Taqwa, Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Edi beserta relawan lainnya mengaku hanya berbekal taqwa kepada Allah untuk pergi ke kota Gaza yang telah diblokade Israel sejak 2007.

Selain menuntaskan pekerjaan mechanical electric, 15 relawan tersebut akan ditugaskan membangun guest house dan merehabilitasi sebuah masjid dekat RS Indonesia Gaza.

Ke-15 relawan yang berangkat, Sabtu pukul 09.00 wib dari bandara Soekarno Hatta tersebut adalah : Edi Wahyudi, Karidi, Tata Lukita Sudrajat, M. Ghulam Romdony, Luthfi Paimin, Najmudin Kubro, Abdul Azis, Hidayatullah Hisam, Miyanto, Nasrullah Saukani, Osamah Dakam, Abdul Hadi, Ngatiyat Wiryadiharjo, Suryadi Sarto, Teguh. Mereka merupakan para teknisi kelistrikan, insinyur sipil, dan tukang bangunan.

RS Indonesia Gaza dibangun sejak tahun 2008. Selama ini MER-C sebagai pihak penyelenggara pembangunan RS Indonesia Gaza banyak mempercayakan pihak Pondok Pesantren Al-Fatah untuk mencari, mengumpulkan dan menyeleksi para relawan dari seluruh Indonesia.

RS Indonesia ditargetkan untuk diserahkan kepada Pemerintah dan rakyat Palestina di Gaza pada akhir tahun ini. Saat ini memerlukan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan sekitar Rp 65 milyar.(L/Taufiq/EO2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0