178 Warga Sipil Syahid Sejak Agresi Baru Zionis Israel

Lebih dari 100 warga sipil Palestina di Gaza syahid akibat serangan serangan agresi baru zionis Israel (Foto: Ramallah News)

, MINA – Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan, 178 warga sipil Palestina syahid sejak berakhirnya gencatan senjata sementara dan Israel melanjutkan serangan baru pada hari Jumat (1/12).

Menurut laporan media, Kementerian Kesehatan menghitung 178 orang syahid dan 589 lainnya terluka akibat pemboman udara terhadap warga sipil di Jalur Gaza sejak berakhirnya gencatan senjata kemanusiaan pada Jumat pagi.

Ashraf Al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan, tim medis sedang menangani sejumlah besar korban luka dengan berakhirnya gencatan senjata dan pemboman baru terhadap warga sipil pagi itu.

Ditambahkan, warga sipil yang terluka tergeletak di tanah di unit gawat darurat dan di depan ruang operasi sebagai akibat dari banyaknya korban.

Al-Qudra memperingatkan, situasi kesehatan di Gaza bagian utara sangat buruk akibat tidak adanya rumah sakit-rumah sakit besar. Dia menjelaskan bahwa kemampuan medis dan klinis di Gaza serta wilayah utara sangat terbatas.

Dia menunjukkan, tiga rumah sakit yang tersisa di Gaza dan wilayah utara berukuran kecil dan tidak memenuhi syarat untuk menerima banyak korban luka.

Sementara itu, Hamas menilai pendudukan Israel bertanggung jawab atas dimulainya kembali operasi militer, dan menegaskan bahwa mereka tidak menanggapi tawaran untuk membebaskan lebih banyak sandera pada malam itu.

Hamas mengumumkan dalam sebuah pernyataan, “Kami menawarkan pertukaran tahanan dan orang lanjut usia, dan kami juga menawarkan untuk menyerahkan jenazah para tahanan yang terbunuh akibat pemboman Israel,” menekankan bahwa pendudukan menolak tawaran tersebut “karena mereka punya hak untuk melakukan pertukaran, sebelum keputusan untuk melanjutkan agresi kriminal.”

Sementara itu pula, pada pernyataan pers Jumat (1/12) itu, juru bicara entitas pendudukan Israel Elon Levy mengancam gerakan Hamas dengan “serangan mematikan,” beberapa jam setelah berakhirnya gencatan senjata di Jalur Gaza dan dimulainya kembali operasi militer. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)