181 Jurnalis Terluka Saat Meliput Demo di Gaza Sejak 30 Maret

Gaza, MINA – Komite Dukungan Jurnalis Palestina (JSC) menyatakan Rabu (4/7), sedikitnya 181 wartawan Palestina terluka sejak 30 Maret, ketika warga Gaza mulai melakukan aksi unjuk rasa, hampir setiap hari di sepanjang pagar keamanan Gaza-Israel.

Dalam pernyataan JSC sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari para penulis dan wartawan Arab, menggambarkan tingginya jumlah korban cerdera, hingga mengejutkan siapa saja yang mengadvokasi kebebasan pers. Demikian Worldbulletin yang dikutip MINA, Rabu (4/7).

JSC telah mendokumentasikan 44 wartawan luka-luka oleh tembakan tentara Israel sejak 30 Maret, tingkat yang terluka bervariasi dari “sedang” hingga “mematikan”.

Menurut komite, setidaknya dua wartawan tewas akibat tembakan tentara Israel sementara ketiga wartawan harus diamputasi sejak demonstrasi dimulai lebih dari tiga bulan lalu.

Selama periode yang sama, JSC melaporkan 40 wartawan lainnya menjadi target tembakan gas air mata, hingga menyebabkan luka bakar dan patah tulang.

“Sedikitnya 110 wartawan terkena gas air mata, termasuk 27 jurnalis perempuan,” kata komite itu.

JSC juga mencatat bahwa setidaknya enam kendaraan pers telah menjadi sasaran bom-bom gas yang ditembakkan oleh pasukan Israel.

“Penargetan jurnalis yang disengaja menimbulkan ancaman nyata bagi kehidupan mereka,” kata pernyataan JSC.

“Pelanggaran-pelanggaran ini, dimaksudkan untuk mencegah  wartawan melakukan tanggung jawab profesional mereka meliput   demonstrasi damai yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Sejak demonstrasi di Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 135 demonstran Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya 11 tahun blokade Israel-Mesir di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan perekonomian kantong pesisir dan merampas dua juta penduduk Gaza mencari lapangan kerja. (T/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)