240 Cendekiawan Bahrain Kecam Kunjungan Menlu Israel

Demonstrasi warga Bahrain pada Jumat, 1 Oktober 2021, mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid di Manama, Kamis, 30 September 2021. (Twitter)

Manama, MINA – Lebih dari 240 cendekiawan Bahrain mengecam keras kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid ke negara Teluk Persia itu, sejak kedua rezim menjalin hubungan tahun lalu.

“Kami mengecam kehadiran menteri luar negeri musuh Zionis di Bahrain, dan memperbarui penolakan kami terhadap segala bentuk normalisasi dengan rezim perampas [Israel], termasuk pembukaan kedutaan dan kantor perdagangan di Manama,” kata para cendekia dalam sebuah pernyataan bersama yang diterbitkan hari Jumat (1/10), Press TV melaporkan.

“Kami juga menegaskan kembali dukungan kuat kami untuk bangsa Palestina dan setiap bagian dari tanah Palestina yang diberkati, yang telah bermandikan darah para syuhada melalui perlawanan dan ketabahan selama bertahun-tahun. Para penjajah pembunuh sekarang menumpahkan darah orang Palestina di Al-Quds dan Jenin.”

Lapid tiba di bandara Manama pada Kamis, menjadi pejabat tertinggi Israel yang mengunjungi negara Teluk Persia itu sejak Israel dan Bahrain menjalin hubungan formal tahun lalu.

Dia bertemu Raja Hamad bin Isa Al Khalifah serta Putra Mahkota dan Perdana Menteri Salman bin Hamad Al Khalifah.

Pada hari Jumat, sekelompok pemuda Palestina berkumpul di luar misi diplomatik dan mengibarkan bendera nasional Palestina untuk mengutuk keputusan rezim Al Khalifah yang menormalkan hubungan dengan Israel, dan menyuarakan dukungan mereka untuk rakyat Palestina.

Puluhan orang turun ke jalan di desa Samaheej di pantai utara Pulau Muharraq, mengibarkan bendera Palestina dan Bahrain.

Para pengunjuk rasa menggelar aksi serupa di desa Abu Saiba dan Shakhura, di mana mereka membawa spanduk mengecam kunjungan tersebut.

Di tempat lain di Pulau Sitra, yang terletak 5 kilometer (3,1 mil) selatan ibu kota Manama, pasukan rezim Bahrain menyerang demonstran.

Para peserta meneriakkan slogan-slogan menentang peresmian kedutaan Israel di Manama, ketika pasukan rezim melepaskan tembakan dan tabung gas air mata untuk membubarkan mereka. (T/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)