256 Petugas Kesehatan Afghanistan Terinfeksi COVID-19

Petugas medis melakukan tes suhu badan di Distrik Paghman, Kabul, 3 Mei 2020 (Foto: AP)

Kunduz, MINA – Para pejabat Afghanistan mengatakan, sekitar 256 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona baru (COVID-19) di rumah sakit sejak virus mulai menyebar pada awal Maret.

“Personel ini telah menangani banyak pasien setiap hari di rumah sakit regional, virus adalah lingkungan, dan itulah bagaimana mereka telah terkontaminasi,” kata Dr. Ehsanullah Fazli, Kepala Departemen Kesehatan Provinsi Kunduz, kepada Arab News, Senin (4/5).

Petugas keamanan di beberapa rumah sakit di Afghanistan biasanya mengizinkan ambulans lewat setelah pemeriksaan singkat, terutama dalam kasus darurat. Namun, protokol normal ini telah menjadi masalah yang memprihatinkan karena negara tersebut sedang bergulat dengan pandemi.

Salah satu tempat yang paling parah terkena dampak adalah Rumah Sakit Regional Kunduz (KRH), di timur laut Afghanistan.

Provinsi yang memiliki populasi lebih dari 350.000 itu berfungsi sebagai “keranjang roti” utama negara. Itu juga merupakan markas Taliban regional untuk waktu yang lama dan menjadi medan pertempuran mematikan selama bertahun-tahun. Korban perang dan pasien lain dari Kunduz serta provinsi-provinsi yang berdekatan dirawat di KRH.

Lusinan petugas kesehatan di rumah sakit yang tertular virus ini berada dalam isolasi di rumah atau di bawah karantina di rumah sakit terpisah dengan 50 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien COVID-19.

Ehsanullah mengatakan, 23 dari 37 pasien yang terinfeksi di rumah sakit Spin Zar adalah tenaga medis KRH.

Spin Zar yang di masa lalu dijalankan oleh lembaga medis kemanusiaan Perancis Médecins Sans Frontières (MSF), menjadi berita utama pada tahun 2015 setelah mengalami pengeboman besar-besaran dari militer AS, menewaskan puluhan pasien termasuk beberapa tenaga medis lokal.

Dilaporkan pula bahwa pejabat mengatakan, petugas kesehatan yang terinfeksi melebihi jumlah pasien yang sebenarnya di Spin Zar.

Dr. Naeem Mangal, Kepala KRH, mengatakan kepada Arab News, kurangnya pengalaman dan fasilitas bagi staf medis untuk melakukan tes cepat pada saat kedatangan adalah masalah nasional dan tidak terbatas pada Kunduz. (T/RI-1/p2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)