27 WNI Terdampak Lockdown di Afsel Pulang ke Tanah Air

Sebanyak 27 WNI Terdampak Lockdown di Afsel Pulang ke Tanah Air. (Foto: Kemlu RI)

Pretoria, MINA – Sebanyak 27 Warga Negara Indonesia (WNI) terdampak kebijakan lockdown atau karantina wilayah di Afrika Selatan dipulangkan ke Tanah Air.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pretoria memfasilitasi pemulangan para WNI menggunakan maskapai South African Airways dari Bandara Internasional OR Tambo Johannesburg menuju Denpasar dan Jakarta.

Para WNI tersebut terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK), pelajar dan pelancong yang tidak dapat kembali ke Indonesia akibat ditutupnya akses pergerakan keluar masuk manusia dari dan ke wilayah Afrika Selatan menyusul diberlakukannya kebijakan national lockdown yang oleh Pemerintah Afrika Selatan sejak tanggal 26 Maret 2020 lalu.

“Pemulangan ini adalah upaya nyata pelindungan yang diberikan oleh negara terhadap WNI di luar negeri. Keberhasilan proses repatriasi ini merupakan cerminan hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dengan Afrika Selatan serta hasil koordinasi yang kuat antara Perwakilan RI di Pretoria dan Cape Town serta Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan,” ujar Duta Besar indonesia untuk Afrika Selatan merangkap Botswana, Lesotho dan Eswatini, Salman Al Farisi.

Sejumlah 14 WNI turun di Denpasar, pada Kamis (7/5) dan sisanya akan tiba di Jakarta pada Jumat (8/5).  Pesawat South African Airways tersebut akan kembali ke Afrika Selatan dengan membawa warga negara Afrika Selatan dari Denpasar dan Jakarta.

Saat ini Pemerintah Afrika Selatan telah melonggarkan kebijakan lockdown guna memulihkan perekonomian nasional. Beberapa kegiatan yang sebelumnya dilarang, kini secara bertahap diperbolehkan.

Namun demikian pemerintah setempat belum membuka jalur penerbangan internasional di wilayah Afrika Selatan, sehingga dibutuhkan intervensi pemerintah dalam proses repatriasi WNI kali ini.

Terdapat lebih kurang 500 WNI di Afrika Selatan, Botswana, Lesotho dan Eswat ini yang berstatus sebagai pelajar/mahasiswa, ibu rumah tangga dan professional. Hingga saat ini belum terdapat WNI yang terkonfirmasi COVID-19 di keempat negara tersebut. (R/RE1/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)