Gaza, 17 Shafar 1436/10 Desember 2014 (MINA) – Sebanyak 308.000 warga Palestina telah ditahan di penjara-penjara Israel sejak Intifada Palestina pertama pada 1987.
Pusat Studi Tahanan Palestina mengatakan, beberapa warga palestina tersebut ditahan selama bertahun-tahun, sementara yang lainnya ditahan selama berhari-hari. Middle East Monitor (MEMO) melaporkan, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu.
“Kondisi para tahanan selama Intifada Pertama semakin memburuk dibanding dengan sekarang,” kata pusat studi itu dalam sebuah pernyataan.
Pusat studi mencatat, sekitar 30 warga Palestina berada di penjara-penjara Israel sejak pemberontakan pada 1987.
Baca Juga: [POPULER MINA] Perintah Penangkapan Netanyahu dan Layanan di Semua RS Gaza Berhenti
Pusat Studi itu juga meminta organisasi hak asasi manusia internasional untuk mencatat bahwa apa yang dilakukan Israel merupakan sebuah kejahatan dan pelanggaran.
Memperingati peristiwa Intifada Pertama yang ke-27 pada 8 Desember merupakan sebuah protes terhadap kondisi kehidupan di kamp-kamp pengungsi warga Palestina, dimana tingkat pengangguran yang tinggi, dan tekanan oleh otoritas Israel terhadap mereka.
Menurut sumber-sumber Palestina, Intifada Pertama berhenti dengan penandatanganan persetujuan Oslo antara Palestina-Israel pada 1993. (T/P008/R01)
Baca Juga: Oposisi Israel Kritik Pemerintahan Netanyahu, Sebut Perpanjang Perang di Gaza Tanpa Alasan
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)