Gaza, MINA – Gerakan Hamas pada Rabu (25/2) memperingati pembantaian Masjid Ibrahimi ke-32 dengan menyerukan agar para pemimpin Israel dituntut atas kejahatan terhadap warga Palestina dan tempat-tempat suci mereka.
Dalam sebuah pernyataan, Gerakan tersebut mengatakan serangan pada 25 Februari 1994, ketika pemukim Israel Baruch Goldstein melepaskan tembakan ke arah jamaah shalat subuh di Masjid Ibrahimi di al-Khalil, menewaskan 29 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, tetap menjadi simbol kekerasan Israel terhadap warga sipil.
Hamas mengatakan kejahatan Israel “tidak akan hilang seiring waktu” dan menuduh pemerintah Israel terus melakukan pelanggaran sistematis di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem, termasuk di Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi. Palinfo melaporkan.
Gerakan tersebut juga menyerukan kepada badan-badan internasional, termasuk UNESCO, untuk mengambil tanggung jawab hukum dan moral dengan mengutuk pelanggaran yang sedang berlangsung dan menekan Israel agar menghentikan tindakan yang memengaruhi Masjid Ibrahimi dan Kota Tua al-Khalil.[]
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic