33 Korban Peluru Pelet di Kashmir Alami Kebutaan

Srinagar, 18 Shafar 1438/18 November 2016 (MINA) – Dari ratusan korban cedera mata oleh peluru pelet senapan polisi India di Kashmir, sebanyak 33 korban mengalami kebutaan.

Menurut pejabat departemen kesehatan, semakin banyak korban pelet yang dihadapkan pada kenyataan bahwa mata mereka tidak memiliki persepsi cahaya, atau hanya sekedar persepsi cahaya.

Pejabat yang berbicara dalam status anonimitas itu mengatakan, banyak tembakan pelet yang mengenai kedua mata membuat salah satu mata hancur atau mengalami kerusakan.

“Lihatlah Insha Mushtaq, Denmark Rajab, Abdul AhadBhat, para korban ini tidak memiliki visual yang tersisa di mata mereka,” kata seorang dokter senior di Rumah Sakit SMHS. Demikian Greater Kashmir memberitakan yang dikutip MINA.

Selama 132 hari berjalannya aksi demonstrasi pro-kemerdekaan di Kashmir, sudah sekitar 96 warga sipil yang tewas, sekitar 15.000 terluka dan sekitar 10.000 ditangkap oleh pasukan keamanan.

Sekitar setengah dari korban cedera disebabkan oleh peluru pelet mematikan di wajah dan mata mereka.

Dokter mengatakan sedikitnya enam orang telah buta sepenuhnya oleh pelet.

“Mereka memiliki visual nol persen. Kedua mata mereka benar-benar rusak oleh pelet. Mereka tidak bisa melihat apa-apa kecuali kegelapan,” kata dokter.

Seorang dokter di Rumah Sakit SMHS yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, untuk membunuh mata diperlukan banyak peluru mini.

“Semua orang yang terluka oleh pelet di mata, terluka menyedihkan,” kata seorang ahli bedah mata di pusat medis Srinagar.

Penggunaan peluru pelet oleh pasukan keamanan India untuk meredam perlawanan para demonstran warga Kashmir, telah dikritik luas oleh para aktivis kemanusiaan dan lembaga-lembaga hak lokal dan global. (T/P001/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)