33 Pengusaha Oman Jajaki Peluang Investasi di Indonesia

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong, (Foto: Istimewa)

Jakarta, 9 Jumadil Akhir 1438/8 Maret 2017 (MINA) –  Sebanyak 33 pengusaha dari Oman berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki peluang investasi di sini. Pengusaha berbagai bidang usaha tersebut berkunjung ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan dipertemukan dengan kurang lebih 50 pengusaha anggota Kadin Indonesia dalam Business Forum Indonesia-Oman yang digelar di BKPM, Rabu (8/3).

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, delegasi investasi asal Oman tersebut terdiri dari beberapa sektor utama yakni konstruksi, ekspor-impor, properti, manufaktur, pertambangan, logistik, pariwisata, teknologi informasi, serta perbankan.

“Kunjungan delegasi Oman ini menunjukkan bahwa minat berinvestasi dari negara Timur Tengah ke Indonesia mulai muncul. Kami akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Kadin maupun Kementerian Luar Negeri untuk menangkap minat investasi tersebut,” ujarnya dalan siaran pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Rabu (8/3).

Menurut Thomas, upaya untuk menarik investasi dari Oman ke Indonesia membutuhkan pendekatan regiona dalam kedudukannya sebagai negara GCC (Gulf Cooperation Council).

“Memang sebagai negara tersendiri masih sangat kecil, tapi harus dilihat sebagai satu kesatuan di GCC. Demikian halnya yang berpendapat investasi Perancis kok kecil, investasi Italia kok kecil, harus dilihat dalam suatu kawasan Uni Eropa.

“Ini yang sedang coba dilakukan juga dengan negara-negara GCC jadi satu pendekatannya,” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan Business Forum Indonesia-Oman tersebut Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, Duta Besar Oman untuk Indonesia Nazar Said, Advisor Ekonomi dari Public Authority for Investment Promotion and Export Development (ITHRAA) serta Ketua Umum Oman Chamber of Commerce and Industry (OCCI).

Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Kepala BKPM untuk menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan penanaman modal di Indonesia diantaranya peringkat kemudahan berusaha yang terus meningkat selama lima tahun terakhir dari posisi 129 di tahun survei EoDB 2013 menjadi 91 dalam survei EoDB 2017.

“Indonesia terbukti sebagai negara yang stabil, aman dan juga tengah fokus melakukan berbagai reformasi,” papar Tom s

Porsi investasi Indonesia periode 2012-2016
didominasi oleh sektor manufaktur dengan kontribusi mencapai 48%,” ujarnya.

Promosi investasi menjadi penting mengingat tahun ini,pemerintah menargetkan realisasi investasi dari domestik dan asing dapat mencapai Rp 678,8 triliun. Sedangkan target tahun depan, kenaikan realisasi investasi menjadi Rp 863 triliun. (L/R02/RS1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)