34 Kamp Rohingya di Bawah Ancaman COVID-19

Kamp pengungsi Rohingya. (Foto: Syed Zakir Hossain/Dhaka Tribune)

Cox’s Bazar, MINA – Komunitas Rohingya yang tinggal di 34 kamp di Cox’s Bazar, Bangladesh, kini berada di bawah ancaman besar ketika COVID-19 yang menyebar dengan cepat, melanda negara itu.

Pemerintah Dhaka menyatakan bahwa seluruh Bangladesh sekarang berisiko terkena infeksi virus corona, demikian dikutip dari Dhaka Tribune Jumat (17/4).

Di tengah peringatan tersebut, kamp-kamp pengungsi berkebangsaan Myanmar yang penuh sesak telah menjadi sorotan berisiko penyebaran COVID-19 karena banyak orang Rohingya, yang sebelumnya pergi dari kamp, kembali ke tempat penampungan dari berbagai distrik di Bangladesh, bahkan dari luar negeri.

“Para pengungsi yang kembali menjadi perhatian besar ketika para pengungsi mendapati diri mereka di kamp-kamp atau permukiman yang terlalu padat. Area pelayanan kesehatan sudah di bawah tekanan di sini, kondisi menimbulkan risiko lebih besar untuk menyebarkan penyakit menular, termasuk COVID-19,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dalam sebuah laporannya.

Meskipun pemerintah daerah menempatkan warga Rohingya yang kembali ke kamp-kamp dalam karantina, pihak berwenang enggan melakukan tes medis, memperlambat proses untuk menentukan apakah orang-orang terpapar COVID-19 atau tidak, sampai mereka menemukan gejala virus corona pada mereka.

Menurut kantor Bedah Sipil di Cox’s Bazar, sampel dikumpulkan hanya dari 12 orang dari lebih dari 1,1 juta warga Rohingya sejak Pemerintah Bangladesh melaporkan tiga kasus pertamanya pada 8 Maret.

Bahkan, pihak berwenang belum mengumpulkan sampel selama beberapa hari.

“Kami telah mengumpulkan 12 sampel dari seluruh kamp Rohingya dan semuanya dinyatakan negatif,” kata Ahli Bedah Sipil Dr Mahbubur Rahman kepada Dhaka Tribune, Rabu (15/4). (T/RI-1/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)