Gaza, MINA – Kantor Informasi Pemerintah di Gaza mengatakan bahwa lebih dari 365 anak-anak Palestina mendekam di penjara pendudukan Israel, beberapa di antaranya adalah anak-anak dari Jalur Gaza yang ditangkap oleh pasukan Israel selama 15 bulan genosida.
Direktur kantor tersebut, Ismail Al-Thawabta, dalam pernyataannya mengatakan bahwa anak-anak ini masih merasakan kengerian dan mendekam di penjara “brutal” pendudukan Israel, di mana mereka mengalami penyiksaan yang paling buruk. Palinfo melaporkan pada Selasa (25/2).
Dia menyebut bahwa anak-anak Palestina diadili di pengadilan militer yang tidak adil, rasis, dan kriminal, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap semua hukum dan norma internasional.
Menurut data yang diterbitkan oleh Otoritas Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan dan Klub Tahanan Palestina, lebih dari 770 kasus penahanan administratif telah tercatat di kalangan anak-anak di Tepi Barat, sejak dimulainya perang genosida di Jalur Gaza. Meskipun tidak ada data yang tersedia mengenai jumlah anak yang ditahan di Jalur Gaza sejak agresi, mengingat “kejahatan penghilangan paksa” yang terus berlanjut.
Baca Juga: Hamas-Israel Sepakat Lanjutkan Pertukaran Sandera dan Tahanan
Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah korban agresi Israel telah meningkat menjadi 48.329 orang yang tewas dan 111.753 orang terluka sejak 7 Oktober 2023.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hamas Kecam Rencana Israel Batasi Akses Warga Palestina ke Al-Aqsa