Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

38 Pasien Gaza Dievakuasi untuk Perawatan Medis ke Luar Negeri

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 22 Juli 2026 - 14:47 WIB

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:47 WIB

44 Views

Evakuasi pasien Gaza Rafah (foto: PIC)
Evakuasi pasien Gaza Rafah (foto: PIC)

Gaza, MINA – Sebanyak 38 pasien meninggalkan Jalur Gaza pada Selasa (21/7) melalui perbatasan Rafah sebagai bagian dari operasi evakuasi medis terbatas untuk menerima perawatan dan layanan kesehatan khusus di luar wilayah kantong tersebut.

Tim dari Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) berpartisipasi dalam putaran terbaru evakuasi medis sebagai bagian dari upaya kemanusiaan yang sedang berlangsung untuk membantu pasien mengakses perawatan di luar negeri.

Dalam sebuah pernyataan, PRCS mengatakan mereka mempersiapkan pasien dan pendamping mereka di Rumah Sakit Lapangan Al-Mawasi sebelum mengangkut mereka dengan ambulans ke perbatasan Rafah dengan koordinasi bersama Organisasi Kesehatan Dunia dan otoritas terkait.

Evakuasi tersebut mencakup 38 pasien yang didampingi oleh 67 pendamping, sehingga total orang yang menyeberang mencapai 105 orang.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

PRCS menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan peran mereka dalam operasi evakuasi medis sebagai bagian dari misi kemanusiaan mereka untuk mendukung pasien dan korban luka serta memfasilitasi akses mereka ke perawatan di luar Jalur Gaza di tengah tantangan berat yang dihadapi sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Penutupan perbatasan Rafah dan perbatasan lainnya yang berkepanjangan telah menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan dan medis ke Gaza, karena wilayah tersebut terus menghadapi krisis kemanusiaan yang mendalam dan kekurangan kritis pasokan penting.

Otoritas pendudukan Israel membuka kembali perbatasan Rafah secara parsial pada awal Februari 2026, memungkinkan pasien dan korban luka Palestina meninggalkan Jalur Gaza untuk perawatan dan mengizinkan kembalinya warga Palestina di bawah kondisi Israel dan setelah pemeriksaan keamanan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Perbatasan Rafah adalah satu-satunya penyeberangan darat yang menghubungkan Jalur Gaza dengan dunia luar tanpa melalui Israel.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Penyeberangan ini terletak di area yang tetap berada di bawah kendali pasukan pendudukan Israel sejak Mei 2024, meskipun dibuka kembali untuk periode terbatas mulai awal 2025.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda

Evakuasi pasien Gaza Rafah (foto: PIC)
Palestina
Palestina
Palestina
Internasional
Palestina