4.000 Yahudi Dilatih Amankan Sinagog AS

Personel keamanan sinagog di Amerika Serikat. (Foto: CSS)

Pada perayaan Shabbat yang khas di Teaneck, New Jersey, jalan-jalan diblokir di luar rumah-rumah ibadah sinagog. Petugas polisi dengan seragam di luar tugas berdiri di dekat lahan parkir dan persimpangan, mengarahkan lalu lintas di jalan utama menuju area sinagog.

Tampak para relawan memegang walkie talkie dengan earphone bersembunyi di balik kerah bajunya.  Mereka berdiri di titik-titik strategis di luar rumah ibadah sambil mengawasi lalu lintas pejalan kaki. Sebagian pengunjung telah masuk ke sinagog sebelum petugas ditempatkan memeriksa benda-benda yang mencurigakan.

Para relawan tersebut adalah di antara lebih dari 4.000 sukarelawan di New York, New Jersey, Washington, DC, Maryland, Pennsylvania dan California yang telah dilatih oleh Layanan Keamanan Masyarakat (CSS) khusus untuk menjaga sinagog, sekolah, dan institusi Yahudi lainnya di seluruh AS.

Kelompok ini mencoba memiliki standar emas untuk pembelaan diri terhadap sinagog. Tujuan itu semakin relevan setelah terjadi pembantaian Ahad, 5 November 2017, di sebuah gereja di Texas yang menewaskan sedikitnya 26 orang.

“Masyarakat Yahudi seharusnya menjadi teladan bagi seluruh dunia, maka pada saat kita tinggal, kita harus menunjukkan kepada masyarakat lain, bagaimana cara mengatur dan bagaimana membantu penegak hukum yang membantu kita,” kata Jason Friedman, Direktur CSS.

Relawan keamanan sinagog binaan Layanan Keamanan Masyarakat (CSS). (Foto: CSS)

CSS berfokus pada melatih anggota masyarakat untuk menemukan perilaku yang mencurigakan dan dengan demikian mencegah terjadinya serangan potensial.

“Fokus utama kami adalah untuk melatih sukarelawan sadar akan situasi dan tahu teori keamanan dasar. Jadi ini tentang bagaimana melakukan keamanan di sinagog mereka, di mana harus berdiri, apa yang harus dicari, bagaimana berkomunikasi,” kata Friedman.

Para relawan mengikuti kursus dasar yang berlangsung beberapa malam. Kemudian mereka bisa mengikuti kursus tambahan dalam pendidikan yang lebih maju. CSS juga menyediakan pelatihan dasar untuk membela diri.

CSS didirikan tahun 2007 oleh David Dabscheck dan Adam Sager. Dabscheck sekarang adalah CEO dari lembaga konsultasi GIANT Innovation. Sementara Sager adalah seorang veteran tentara Israel yang sekarang memimpin perusahaan keamanan Canary.

Keduanya merekrut Friedman sebagai relawan pertama mereka. Friedman adalah perwira Angkatan Laut AS yang pernah bertugas di Afghanistan. Tahun lalu, Friedman menjadi Direktur Eksekutif pertama CSS.

Friedman mengatakan bahwa pendekatan “boot-on-the-ground” terhadap keamanan telah kurang dimanfaatkan oleh organisasi Yahudi.

“Saya percaya bahwa anggota komunitas Yahudi belum cukup terlibat dalam hal keamanan Yahudi,” katanya. “Dan tanpa partisipasi mereka, inisiatif keamanan tidak berkelanjutan.”

Di Kongregasi Keter Torah, sinagog Orthodox di Teaneck, anggota tim berdiri di luar untuk bertindak sebagai penghalang terhadap kemungkinan serangan. Relawan yang tidak bertugas juga hadir di dalam tempat kudus tersebut.

“Ini keseimbangan antara bersikap ramah dan menyapa orang, juga berhati-hati dan cerdas,” katanya.

Menurutnya, tugas keamanan itu adalah pengalaman positif, tidak hanya bagi 55 anggota yang bertugas di tim keamanan, tapi juga kongregasi secara keseluruhan.

“Seluruh shul akan lebih waspada dan (secara situasi) sadar, dan kami memiliki anggota tim non-keamanan, hanya jemaat biasa, yang memberi tahu tim tersebut kepada individu atau kendaraan yang mencurigakan yang mereka lihat dalam perjalanan mereka ke shul,” kata Friedman.

Di sinagog Orthodoks Ramath Orah di Upper West Side, Manhattan, sejumlah jemaat awalnya menentang tindakan keamanan bergaya CSS.

“Ada orang yang mau pulang dan berkata ‘Kenapa ada keamanan di depan? Ini bukan Israel, ini bukan Eropa?’,” kenang Samuel Block, Manajer Tim Keamanan Sinagog.

Sinagog di Eropa sering memiliki keamanan bersenjata, termasuk personel militer.

Block mengatakan, anggota tim keamanan ada di sana untuk memastikan keamanan, bukan melarang orang pergi ke sinagog.

Adam Hirsch adalah Kepala Tim Keamanan di Sinagog Orthodoks Kongregasi Bnai Yeshurun, di Teaneck. Dia mengatakan bahwa para sukarelawan di sana melakukan pendekatan serupa.

“Kami tidak memeriksa kartu anggota, kami tidak memeriksa setiap orang. Kami melihat orang-orang yang ke luar jalur, atau tidak masuk atau bertindak mencurigakan,” kata Hirsch.

Menurutnya, sinagognya mendapat manfaat dari menerima pelatihan dari organisasi yang lebih besar. (A/RI-1/RS3)

 

Sumber: Time of Israel

Mi’raj News Agency (MINA)