400 Pekerja Google dan Amazon Protes Pasok Teknologi pada Militer Israel

Washington, MINA – Sekitar 400 pekerja anonim Google dan Amazon menulis surat kepada perusahaan itu memprotes keputusan memasok militer Israel dengan teknologi yang digunakan untuk merugikan warga Palestina.

“Kami menulis dengan hati nurani sebagai karyawan Google dan Amazon dari berbagai latar belakang. Kami percaya bahwa teknologi yang kami bangun harus berfungsi untuk melayani dan mengangkat orang di mana saja, termasuk semua pengguna kami,” tulis mereka dalam surat itu, WAFA melaporkan, Rabu (13/10).

“Sebagai pekerja yang menjaga perusahaan ini tetap berjalan, kita secara moral berkewajiban berbicara menentang pelanggaran nilai-nilai inti ini. Untuk alasan ini, kami terdorong meminta para pemimpin Amazon dan Google keluar dari Project Nimbus dan memutuskan semua hubungan dengan militer Israel,” kata lebih dari 90 pekerja di Google dan lebih dari 300 di Amazon yang telah menandatangani surat itu.

Surat secara internal itu ditulis secara anonim (tidak mencantumkan nama), “Kami anonim karena kami takut akan pembalasan,” kata mereka.

Para karyawan mengatakan, perusahaan mereka menandatangani kontrak yang disebut Project Nimbus untuk menjual teknologi berbahaya kepada militer dan pemerintah Israel.

Kontrak ini ditandatangani pada waktu yang sama ketika militer Israel menyerang warga Palestina di Jalur Gaza – menewaskan hampir 250 orang, termasuk lebih dari 60 anak-anak.

“Teknologi yang dibangun oleh perusahaan kami akan membuat diskriminasi dan pemindahan sistematis yang dilakukan oleh militer dan pemerintah Israel menjadi lebih kejam dan mematikan bagi warga Palestina,” jelasnya.

Project Nimbus adalah kontrak senilai $1,2 miliar untuk menyediakan layanan cloud bagi militer dan pemerintah Israel. Teknologi ini memungkinkan pengawasan lebih lanjut dan pengumpulan data yang tidak sah tentang warga Palestina, dan memfasilitasi perluasan permukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

“Kami tidak dapat melihat ke arah lain, karena produk yang kami buat digunakan untuk menyangkal hak-hak dasar warga Palestina, memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka, dan menyerang warga Palestina di Jalur Gaza – tindakan yang telah mendorong penyelidikan kejahatan perang oleh pengadilan kriminal internasional,” kata karyawan.

“Kami mengutuk keputusan Amazon dan Google yang menandatangani kontrak Proyek Nimbus dengan militer dan pemerintah Israel, dan meminta mereka menolak kontrak ini dan kontrak masa depan yang akan merugikan pengguna kami,” tambahnya.

Dalam surat itu mereka menyerukan kepada pekerja teknologi global, dan komunitas internasional untuk bergabung dengan mereka dalam membangun dunia, di mana teknologi mempromosikan keselamatan dan martabat bagi semua. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)