Bogor, MINA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 42 siswa SMKN 1 Gunungputri mengalami luka-luka akibat insiden ambruknya bangunan sekolah pada Senin (3/11). Dari jumlah tersebut, tiga siswa masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyampaikan bahwa kondisi para siswa yang terluka kini berangsur membaik dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Informasi terakhir dari Kadinkes hanya tinggal tiga siswa yang berada di RSUD Cileungsi, tidak ada korban jiwa. Kita doakan saja semoga segera pulih kondisinya,” ujar Ade Hasrat dalam keterangannya kepada Pro 3 RRI, Senin (3/11).
Ia menjelaskan, seluruh biaya pengobatan bagi para siswa terdampak telah diupayakan untuk ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Dinas Kesehatan setempat juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para korban.
Baca Juga: Kebakaran Paviliun COP30 Brasil, 13 Orang Dirawat Karena Asap
“Ada yang masih dilakukan treatment karena ada yang dislokasi (tulang) dan ada juga yang patah tulang. Nanti apabila kondisinya stabil mungkin bisa kembali pulang,” ujarnya pada media pada Kamis (6/11).
Berdasarkan data BPBD, dari total 42 korban, sebanyak 20 siswa sempat dirawat di Puskesmas Gunungputri, 17 orang di RS Kenari, 3 orang di RSUD Cileungsi, dan 2 orang di RS Hermina.
Hingga saat ini, pihak BPBD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab ambruknya bagian bangunan sekolah tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Imaam Yakhsyallah Mansur: Tanda Ilmu Manfaat Jika Mampu Memberikan Solusi
















Mina Indonesia
Mina Arabic