49 Tahun Pengabdian Kak Seto di Dunia Anak-anak

Ketua LPAI, Seto Mulyadi memperingati 49 tahun pengabdiannya di dunia anak-anak. (Foto: MINA/Rendy)

Jakarta, MINA – Sudah 49 tahun lamanya Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengabdikan diri di dunia anak-anak.

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu pun mengaku akan terus konsisten tetap berada dalam dunia anak-anak hingga akhir hayatnya.

Kak Seto saat menghadiri peringatan “49 Tahun Kak Seto di Dunia Anak-anak” berpenampilan sederhana. Ia mengaku penampilannya itu untuk mengingat saat masih di bawah.

“Ini sebagai pengingat bagi saya bahwa saya dulu pernah di bawah sehingga hidup saya harus selalu seimbang, tetap penuh dengan rasa hormat kepada siapapun juga,” katanya usai acara tersebut kepada awak media di Jakarta, Kamis (4/4).

Kak Seto menjelaskan bahwa peringatan 49 tahun itu diambil saat pertama kali ia dinyatakan resmi menjadi asisten Pak Kasur.

“Hari ini tanggal 4 April tahun 1970 saya secara resmi menjadi asisten Pak Kasur dan diminta membantu beliau secara terus menerus dalam pengabdian pada dunia anak-anak,” ujarnya.

Pak Kasur, memiliki nama asli Soerjono, adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia. Namanya berasal dari julukan ‘Kak Soer’ dan lama-lama berubah menjadi ‘Kasur’ atau ‘Pak Kasur’.

Kak Seto bercerita, pada 23 September 1970 saat dirinya sedang membereskan angklung, Pak Kasur memberikan wejangan agar menjadi penerusnya.

“Saya ingat betul Pak Kasur berkata kepada saya begini ‘kalau saya mati adik yang harus melanjutkan perjuangan saya membina dan mendidik anak-anak Indonesia’, persis seperti itu,” ujarnya.

Ucapan itulah, kata dia, sampai hari ini menjadi pelecut untuk tetap konsisten di dunia anak-anak walaupun seringkali mendapat tawaran menggiurkan untuk menjadi politisi.

“Saya akan akan tetap pada dunia anak-anak walaupun banyak tawaran masuk partai, jabatan menteri dan sebagainya. Tapi dengan segala hormat biarlah saya tetap menjadi tukang momong anak-anak,” katanya.

Selama 49 tahun mengabdi, Kak Seto mengaku ada satu impiannya sampai saat ini yang belum tercapai, yaitu belum terciptanya Indonesia yang betul-betul ramah anak.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa usulannya untuk menciptakan Indonesia ramah anak adalah dengan menghadirkan Seksi Perlindungan Anak di setiap RT-RT di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini sudah dibuktikan di Tangsel tahun 2011 seluruhnya dipenuhi dengan seksi perlindungan anak. Kedua Kabupaten Banyuwangi. Ketiga adalah Kabupaten Bengkulu Utara,” katanya.

Khusus untuk DKI Jakarta, Kak Seto berharap mudah-mudahan DKI Jakarta dapat Rekor MURI menjadi provinsi pertama yang seluruh RT nya sudah ada Seksi Perlindungan Anak.

“Saya sedang minta waktu dengan Gubernur DKI Jakarta mengenai hal itu, sehingga pengawasan dan perlindungan anak  dilakukan bersama, ibarat melindungi anak perlu orang sekampung. Itu yang paling penting,” katanya. (L/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)