5 Tewas dalam Serangan Terhadap Konvoi Militer di Mali

Mali, MINA – Setidaknya empat tentara dan satu warga sipil tewas dalam serangan bersenjata terhadap konvoi militer di Mali.

Media setempat melaporkan sekelompok orang bersenjata pada Kamis menyerang 20 tentara Mali yang mengawal kendaraan militer saat melintasi desa Nokara yang berada antara kota Boni dan Hombori.

Setidaknya lima orang tewas dan dua tentara terluka dalam penyerang bersenjata tersebut.

Para penyerang yang membakar dua kendaraan militer yang berada di antara konvoi itu.

Selain itu para penyerang juga menculik dua tentara lainnya.

Mali, salah satu negara termiskin di dunia, menderita karena kehadiran sejumlah kelompok teror, di mana pasukan penjaga perdamaian Prancis, Mali dan PBB melancarkan operasi kontraterorisme.

Ketegangan di Mali dimulai pada 2012 setelah kudeta yang gagal dan pemberontakan Touareg yang pada akhirnya memungkinkan kelompok-kelompok militan yang terkait al-Qaeda untuk mengambil alih bagian utara negara itu.

Sejak 2012 silam bagian utara dan tengah negara tersebut telah menjadi wilayah konflik separatis dan sasaran serangan teroris.

Pada 2015, kesepakatan damai ditandatangani antara pemerintah dan beberapa kelompok pemberontak.

Perselisihan politik dan masyarakat terus memicu ketegangan di Mali utara, sehingga merusak implementasi perjanjian perdamaian.

Setidaknya 160 orang tewas, 65 terluka dan banyak rumah dibakar dalam insiden serangan terhadap penduduk Fulani di desa Ogossagou oleh orang-orang bersenjata dengan mengenakan pakaian pemburu Dozo pada 23 Maret lalu.

Operasi Barkhane yang dilancarkan pasukan Perancis dengan empat ribu pasukan bersama pasukan penjaga perdamaian Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA) dengan jumlah 15 ribu pasukan hingga kini masih belum berhasil mengatasi masalah keamanan di negara tersebut. (T/RS3/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)