Siprus, MINA – Sebanyak enam kapal Armada Global Sumud Flotilla dilaporkan masih terus melaju menuju Jalur Gaza hingga Selasa (19/5) malam WIB, meski pasukan Israel telah mencegat dan menahan puluhan kapal bantuan kemanusiaan lainnya di Laut Mediterania.
Armada yang tersisa itu tetap melanjutkan misi untuk menembus blokade Gaza di tengah meningkatnya tekanan dan operasi militer Israel terhadap konvoi sipil internasional tersebut.
Koalisi Global Sumud Flotilla menyebut kapal-kapal yang masih bertahan di jalur pelayaran antara lain Andros, Zefiro, dan Don Juan.
Sebagian kapal dilaporkan berada hanya sekitar 82 mil laut dari wilayah Gaza sebelum kembali mengalami intersepsi dan pengawasan ketat oleh militer Israel.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Pemantauan pelayaran armada dilakukan secara langsung melalui sistem pelacak daring yang dioperasikan koalisi flotilla internasional.
Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan telah mencegat lebih dari 40 kapal bantuan dari total sekitar 54 hingga 57 kapal yang mengikuti misi kemanusiaan tersebut.
Ratusan aktivis, relawan medis, dan jurnalis dari puluhan negara ikut berada dalam armada Global Sumud Flotilla yang berangkat dari Barcelona, Spanyol, lalu melanjutkan perjalanan dari Marmaris, Turki.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengonfirmasi lima warga negara Indonesia (WNI) ikut ditahan dalam operasi pencegatan Israel. Mereka merupakan bagian dari sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Pemerintah Indonesia hingga kini terus melakukan koordinasi diplomatik dan pemantauan terhadap kondisi para relawan Indonesia tersebut.
Aksi pencegatan terhadap armada Global Sumud Flotilla memicu kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi kemanusiaan internasional.
Turkiye menyebut tindakan Israel sebagai bentuk “pembajakan” di perairan internasional, sementara sejumlah negara Eropa mendesak pembebasan seluruh aktivis dan jurnalis yang ditahan.
Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan menyebut para peserta flotilla sebagai “pelopor harapan” bagi rakyat Gaza.
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Global Sumud Flotilla merupakan gerakan kemanusiaan internasional yang dibentuk untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza dan membuka jalur bantuan bagi warga Palestina.
Koalisi ini melibatkan ratusan aktivis sipil dari lebih dari 40 negara dan disebut sebagai salah satu armada solidaritas terbesar menuju Gaza dalam beberapa tahun terakhir. Hingga kini, kapal-kapal yang tersisa masih terus berupaya mendekati wilayah Gaza meski menghadapi risiko intersepsi lanjutan dari militer Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic