Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Berikut Prediksi Penampakan Hilal di Indonesia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 17 Februari 2026 - 07:52 WIB

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:52 WIB

55 Views ㅤ

Tim pemantau rukyatul hilal Kemenag. (sumber: Kemenag)
Tim pemantau rukyatul hilal Kemenag. (sumber: Kemenag)

Jakarta, MINA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriyah pada Selasa, 17 Februari 2026, sore ini di Auditorium H. M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat.

Sidang yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar ini menjadi penentu resmi awal bulan suci Ramadhan bagi umat Islam di Tanah Air.

Sidang Isbat merupakan forum resmi yang mempertemukan data hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) dari pelbagai titik di Indonesia.

Dalam forum ini, tim ahli dari berbagai instansi akan mempresentasikan hasil pengamatan dan data ilmiah terkait posisi hilal setelah Matahari terbenam.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Untuk mendukung Sidang Isbat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyiapkan pemantauan hilal di 37 hingga 96 lokasi strategis di seluruh wilayah Indonesia.

Data yang dikumpulkan BMKG menjadi salah satu rujukan utama dalam sidang untuk menentukan apakah hilal sudah terlihat atau belum.

Berdasarkan perhitungan astronomi yang dihimpun sebelum sidang digelar, konjungsi (ijtima’) bulan Ramadhan diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 19.01 WIB.

Namun saat Matahari terbenam di hari yang sama, posisi hilal diprediksi masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian antara minus 2,41 hingga minus 0,93 derajat, yang berarti secara teoritis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas untuk dilihat dengan mata telanjang.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Meski secara hisab hilal belum memenuhi syarat terlihat, hasil rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan tetap menjadi elemen penting dalam pertimbangan Sidang Isbat.

Tim pengamat dari BMKG, ormas Islam, perguruan tinggi, serta instansi lainnya telah menyampaikan laporan awal pemantauan yang akan dibahas bersama dalam forum resmi ini.

Keputusan akhir tentang tanggal pertama puasa Ramadan 1447 H akan diumumkan segera setelah Sidang Isbat selesai. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi melalui konferensi pers atau kanal informasi resmi Kemenag.

Tahun ini, beberapa organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab hakiki.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Sedangkan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) masih menunggu hasil Sidang Isbat yang mempertimbangkan hasil rukyat hilal sebagai dasar keputusan bersama umat.

Sebagian kaum Msulimin lainnya berpedoman pada rukyat global, yaitu ketika kaum Muslimin di sebuah negara telah melihat hilal, maka hal itu berlaku bagi kaum Musmilin lainnya di seluruh dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka

Rekomendasi untuk Anda