Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanselir Jerman Kritik AS dalam Konflik Iran, Sebut Washington Dipermalukan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 28 April 2026 - 09:34 WIB

Selasa, 28 April 2026 - 09:34 WIB

10 Views ㅤ

Kanselir Jerman Friedrich Merz (foto: IG)

Berlin, MINA – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Amerika Serikat mengalami “pemaluan” dalam dinamika konflik dan negosiasi dengan Iran, menyusul kegagalan diplomatik terbaru yang berlangsung di Pakistan.

Dalam pernyataannya, Merz menilai Iran menunjukkan keunggulan dalam strategi diplomasi, dengan membuat pejabat Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad namun kembali tanpa hasil konkret.

Ia menyebut situasi tersebut sebagai indikasi lemahnya posisi negosiasi Washington. MEMO melaporkan, Selasa (28/4).

Menurut Merz, kepemimpinan Iran dinilai sangat piawai dalam memainkan taktik diplomasi, bahkan dalam konteks “tidak bernegosiasi” sekalipun, sehingga membuat Amerika Serikat kehilangan momentum dan kredibilitas di mata internasional.

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Ia juga mengkritik tidak adanya strategi keluar yang jelas dari pihak AS dalam konflik yang semakin kompleks tersebut. Merz membandingkan situasi ini dengan pengalaman Amerika dalam perang sebelumnya seperti di Irak dan Afghanistan yang berlarut-larut tanpa solusi tuntas.

Lebih lanjut, Merz menyoroti bahwa sekutu Eropa, termasuk Jerman, tidak dilibatkan secara memadai dalam pengambilan keputusan militer oleh Washington dan sekutunya sebelum serangan terhadap Iran dilakukan.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, khususnya dalam konteks koordinasi kebijakan luar negeri dan keamanan global yang dinilai semakin tidak sinkron.

Konflik antara AS dan Iran sendiri telah berdampak luas terhadap stabilitas kawasan, termasuk terganggunya jalur vital energi global seperti Selat Hormuz, yang menyebabkan tekanan besar pada pasar energi dunia.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Dalam beberapa bulan terakhir, upaya perundingan antara kedua negara kerap mengalami kebuntuan, meskipun sejumlah pihak internasional, termasuk Pakistan, telah berupaya menjadi mediator dalam proses dialog tersebut.

Pengamat geopolitik menilai pernyataan Kanselir Jerman ini menjadi sinyal penting adanya pergeseran sikap Eropa yang mulai lebih kritis terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, terutama terkait konflik Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran terus menunjukkan ketahanan di tengah tekanan sanksi dan operasi militer, termasuk mempertahankan posisi tawarnya dalam negosiasi internasional yang semakin kompleks. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Rekomendasi untuk Anda

Tausiyah
Internasional
Dunia Islam