Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7 Alasan Rakyat Palestina Yakin Indonesia Bantu Perjuangannya

Widi Kusnadi Editor : Bahron Ans. - 55 detik yang lalu

55 detik yang lalu

0 Views

Massa Aksi Indonesia Bela Palestina di Monas 5 November 2023 (foto: IG))

PERJUANGAN rakyat Palestina melawan penjajahan Zionis Israel telah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Selama itu pula, dunia menyaksikan penderitaan yang tak kunjung usai. Namun di tengah gelapnya penindasan, ada secercah cahaya harapan yang tak pernah padam. Cahaya itu datang dari negeri jauh di timur, Indonesia, negara yang sejak awal berdiri telah menempatkan Palestina dalam hatinya.

Harapan rakyat Palestina kepada Indonesia bukanlah tanpa alasan. Dari sejarah perjuangan bangsa hingga komitmen nyata di panggung internasional, Indonesia selalu hadir sebagai sahabat yang setia. Tak hanya pemerintah, tetapi juga rakyatnya, bahkan komunitas akar rumput, terus mengalirkan doa, dukungan moral, dan bantuan nyata.

Ada tujuh alasan utama mengapa rakyat Palestina menaruh harapan besar kepada Indonesia. Bukan semata karena kesamaan agama, tetapi juga karena nilai, sejarah, dan konsistensi yang membuat Indonesia berbeda dengan bangsa lain dalam mendukung perjuangan Palestina. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia (2006-2017) H.E Fariz Mehdawi.

1. Indonesia Satu-satunya Negara yang Merdeka dengan Berjuang Melawan Penjajah

Indonesia adalah bangsa yang meraih kemerdekaannya dengan darah dan air mata, bukan hadiah dari penjajah. Dari Sabang hingga Merauke, para pejuang rela mengorbankan jiwa raga demi tegaknya Merah Putih. Inilah yang membuat bangsa Indonesia memahami benar pahit getirnya penjajahan.

Baca Juga: Amal Baik vs Amal Banyak: Rahasia Hidup Bermakna Menurut QS. Al-Mulk Ayat 2

Pengalaman panjang dijajah ratusan tahun melahirkan tekad yang kokoh: merdeka atau mati. Tekad itu membentuk watak bangsa yang tidak pernah rela melihat bangsa lain ditindas. Dari sanalah lahir solidaritas yang tulus kepada Palestina.

Rakyat Palestina percaya, hanya bangsa yang pernah merasakan luka penjajahan yang dapat benar-benar memahami penderitaan mereka. Karena itu, Indonesia menjadi tempat mereka menggantungkan harapan.

2. Ada Hubungan Historis Indonesia dengan Palestina Sejak Zaman Dahulu

Hubungan Indonesia-Palestina bukanlah hal baru. Sejak masa kerajaan Samudera Pasai, ulama-ulama Palestina telah hadir menyebarkan ilmu dan dakwah di Nusantara. Jalinan spiritual dan intelektual itu menumbuhkan ikatan batin yang kuat. Laksmana Malahayati yang berhasil membunuh Cornelis de Houtman, ia adalah lulusan Akademi Al-Quds.

Pada masa kemerdekaan, Palestina menjadi salah satu yang pertama mendukung Indonesia. Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin al-Husaini, mendorong dunia Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945. Dukungan ini tercatat sebagai bagian penting dari diplomasi awal Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga: 9 Fakta Mengejutkan: Tanda-Tanda Zionis Israel Menuju Kehancuran

Hingga kini, hubungan itu terus terjalin erat. Dari generasi ke generasi, Indonesia selalu menyimpan Palestina dalam sanubari perjuangannya. Sejarah menjadi pengikat yang tak lekang oleh waktu.

3. Indonesia Memiliki Konstitusi Anti Penjajahan

Konstitusi Indonesia, UUD 1945, dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia. Pasal pembuka menyebutkan bahwa “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”

Prinsip ini bukan sekadar teks hukum, tetapi menjadi dasar politik luar negeri Indonesia. Palestina menjadi contoh nyata bagaimana konstitusi itu diwujudkan dalam diplomasi internasional.

Dengan konstitusi yang kokoh, dukungan Indonesia kepada Palestina bukanlah retorika, melainkan kewajiban konstitusional dan moral yang terus dijaga.

Baca Juga: Kementerian Haji dan Umrah, Antara Harapan dan Kekhawatiran

4. Pemerintah dan Rakyat Semua Bersatu Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

Di Indonesia, isu Palestina bukan hanya urusan pemerintah, melainkan seluruh rakyat. Dari pejabat tinggi hingga masyarakat desa, dari masjid hingga kampus, semua serentak menyuarakan kebebasan Palestina.

Demonstrasi besar, doa bersama, hingga aksi solidaritas terus bergulir. Bahkan dalam sidang internasional, suara pemerintah Indonesia selalu lantang, selaras dengan suara rakyatnya.

Kesatuan sikap antara pemerintah dan rakyat ini memberi keyakinan kepada Palestina, bahwa dukungan Indonesia tidak akan pernah luntur, melainkan semakin menguat dari waktu ke waktu.

5. Indonesia Negara Muslim Terbesar di Dunia

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dalam membela sesama umat Islam yang tertindas. Palestina, sebagai tanah suci tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa, memiliki kedudukan istimewa di hati umat Islam Indonesia.

Baca Juga: Israel Raya: Mimpi di Siang Bolong yang Menelan Negeri Lain

Setiap kali Palestina berdarah, jutaan Muslim Indonesia turut menangis. Doa dan dukungan mengalir deras, menjadikan Palestina sebagai bagian dari identitas keumatan bangsa Indonesia.

Jumlah besar umat Islam Indonesia menjadi kekuatan politik dan moral yang diperhitungkan dunia. Palestina melihat hal ini sebagai modal besar dalam perjuangan global melawan penjajahan Israel.

6. Indonesia Negara yang Paling Konsisten Membantu Palestina

Di panggung internasional, Indonesia dikenal sebagai negara yang paling konsisten membela Palestina. Dari KAA (Konferensi Asia Afrika) tahun 1955 hingga Sidang Umum PBB terkini, suara Indonesia tak pernah goyah.

Bantuan kemanusiaan pun terus disalurkan. Rumah sakit, beasiswa, hingga dukungan diplomasi menjadi bukti konsistensi Indonesia yang tak terputus. Bagi Palestina, ini lebih dari sekadar bantuan—ini adalah persahabatan sejati.

Baca Juga: Meneguhkan Janji Kemerdekaan Palestina Dari Sumud Nusantara ke Solidaritas Global

Konsistensi itu membuat Palestina yakin: selama ada Indonesia, perjuangan mereka tidak akan pernah sendiri.

7. Di Indonesia Ada Komunitas Jama’ah Muslimin yang Konsisten Berjuang Membantu Palestina

Selain pemerintah dan masyarakat umum, Indonesia memiliki komunitas khusus yang menjadikan perjuangan Palestina sebagai misi utamanya, yakni Jama’ah Muslimin (Hizbullah). Komunitas ini secara konsisten mengadakan aksi, doa, penggalangan dana, dan diplomasi rakyat untuk Palestina.

Jama’ah Muslimin telah menegaskan bahwa pembebasan Al-Aqsa adalah bagian dari kewajiban iman. Mereka menjadi motor penggerak solidaritas umat di tingkat akar rumput.

Keberadaan komunitas ini memberi bukti nyata bahwa di Indonesia, dukungan kepada Palestina bukan sekadar wacana, tetapi gerakan yang terorganisir dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ziarah ke Masjidil Aqsa Tanda Kedalaman Iman

Harapan rakyat Palestina kepada Indonesia adalah harapan yang berakar dalam sejarah, nilai, dan konsistensi. Dari perjuangan kemerdekaan hingga konstitusi, dari solidaritas rakyat hingga komunitas khusus, semuanya menyatu dalam satu kata: Palestina adalah bagian dari Indonesia.

Dukungan Indonesia bukan sekadar diplomasi, melainkan sebuah amanah sejarah. Amanah untuk terus berdiri bersama bangsa tertindas, hingga Palestina benar-benar merdeka.

Dan ketika hari itu tiba—saat kibaran bendera Palestina berkibar bebas di langit Al-Quds—dunia akan mencatat bahwa di antara bangsa-bangsa, Indonesia adalah sahabat sejati yang tidak pernah berpaling. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Bukan Negara, Tapi Proyek Penjajahan Abad Modern

Rekomendasi untuk Anda