Tunis, MINA – Serikat Buruh Umum Tunisia (UGTT) mengumumkan rencana pelaksanaan mogok nasional pada 21 Januari mendatang, menandai eskalasi signifikan dalam ketegangannya dengan Presiden Kais Saied.
Diberitakan Al Mayadeen pada Jumat (5/12), keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya frustrasi pekerja terhadap pembatasan aktivitas serikat dan mandeknya negosiasi upah di sektor publik.
UGTT menegaskan bahwa pemogokan ini adalah bentuk tekanan untuk memaksa pemerintah kembali ke meja perundingan setelah berbulan-bulan dialog tidak membuahkan hasil.
“Pembatasan terhadap serikat pekerja telah memperburuk ketidakpercayaan antara pekerja dan negara,” ujar para pemimpin serikat.
Baca Juga: Trump Jadikan Kerusuhan Prancis Sebagai Materi Kampanye di Pemilu Sela
Pengumuman mogok datang di tengah kondisi ekonomi Tunisia yang rapuh, dengan inflasi yang terus meningkat, biaya hidup yang kian menekan, serta menurunnya kualitas layanan publik. Hal ini membuat rumah tangga Tunisia semakin terbebani, memperbesar urgensi tuntutan buruh.
Para pejabat memperingatkan bahwa penundaan pemerintah dalam merespons tuntutan upah dapat memperburuk ketegangan di sektor publik.
Gangguan operasional diperkirakan meluas, mulai dari transportasi, layanan kota, administrasi hingga berbagai fasilitas penting lainnya.
Mogok pada 21 Januari diprediksi memberikan tekanan besar pada sektor-sektor layanan vital. Tunisia sebelumnya telah mengalami aksi buruh yang mengganggu pelayanan publik, termasuk mogok dua hari para pekerja bank pada November lalu yang membuat transaksi keuangan lumpuh dan menyebabkan antrean panjang di ATM, banyak di antaranya tidak berfungsi.
Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan
Pengamat menilai aksi mendatang dapat menciptakan gangguan lebih luas dan memperdalam kebuntuan politik antara UGTT dan Presiden Saied.
Pemerintah Saied sebelumnya mendapat kritik tajam atas penanganan ekonomi dan pendekatan terhadap kebebasan sipil.
Dengan negosiasi yang terhenti dan ketidakpuasan publik meluas, konfrontasi antara serikat buruh dan pemerintah tampaknya semakin intens mendekati Januari.
Aksi mogok nasional ini dianggap sebagai indikator meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah serta tekanan serius terhadap stabilitas ekonomi Tunisia.[]
Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap
Mi’raj News Agency (MINA)















Mina Indonesia
Mina Arabic