Kuwait City, MINA – Kuwait menjadi salah satu negara yang terdampak langsung dari meningkatnya konfrontasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah kedua pihak kembali terlibat aksi saling serang di kawasan Timur Tengah.
Serangan rudal dan drone yang berkaitan dengan konflik tersebut dilaporkan melintasi bahkan menyasar sejumlah lokasi di Kuwait, memicu kekhawatiran terhadap meluasnya dampak perang di kawasan Teluk.
Ketegangan terbaru bermula setelah AS melakukan serangan terhadap target yang diklaim terkait aktivitas militer Iran. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan yang menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ditujukan kepada fasilitas militer AS di kawasan, termasuk pangkalan yang berada di Kuwait.
Iran menyebut langkah tersebut sebagai peringatan terhadap setiap tindakan yang dianggap mengancam kedaulatannya. Farsnews melaporkan, Senin (1/6).
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Pemerintah Kuwait mengecam keras setiap tindakan yang melanggar kedaulatan negaranya. Otoritas setempat meningkatkan status kewaspadaan keamanan dan meminta masyarakat mengikuti arahan resmi guna menghindari risiko yang mungkin timbul akibat eskalasi militer yang terus berkembang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kuwait telah beberapa kali terdampak oleh ketegangan regional.
Laporan sebelumnya menyebutkan serangan drone dan rudal yang berkaitan dengan konflik Iran-AS menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sipil dan infrastruktur penting, termasuk area bandara dan fasilitas energi, meskipun sebagian besar insiden tidak menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Kuwait selama ini dikenal sebagai salah satu negara Teluk yang berupaya menjaga hubungan diplomatik dengan berbagai pihak dan mendukung penyelesaian sengketa melalui dialog.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Namun posisi geografisnya yang berada di kawasan strategis serta keberadaan fasilitas militer asing membuat negara itu rentan terkena dampak setiap kali ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran.
Konflik yang terus berlanjut antara AS dan Iran berisiko memperluas ketidakstabilan di Timur Tengah. Selain mengancam keamanan negara-negara Teluk seperti Kuwait, eskalasi tersebut juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional dan pasokan energi global yang sebagian besar melewati kawasan Teluk dan Selat Hormuz. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic