SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringati 3 Tahun Genosida Israel di Gaza, Turkiye Terangi Menara Galata dengan Warna Palestina

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:16 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:16 WIB

30 Views ㅤ

Menara Galata Turkiye di Istanbul. (Foto: Property Turkiye)

Istanbul, MINA — Turkiye menerangi sejumlah landmark dan ruang publik dengan pesan solidaritas untuk Palestina, bertepatan dengan tiga tahun agresi militer Zionis Israel di Gaza.

Mengutip Palinfo pada Kamis (8/10), di Istanbul, Menara Galata, salah satu bangunan bersejarah terkenal di kota tersebut, diterangi dengan warna bendera Palestina.

Aksi itu dilakukan untuk menunjukkan perhatian terhadap kondisi Palestina sekaligus mengenang para korban agresi militer di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Wisatawan serta warga Turkiye dan warga asing mengabadikan pemandangan tersebut dengan telepon seluler.

Baca Juga: Trump Jadikan Kerusuhan Prancis Sebagai Materi Kampanye di Pemilu Sela

Sejumlah warga juga berkumpul di sekitar menara untuk menyaksikan iluminasi dengan warna Palestina.

Sementara itu, di ibu kota Ankara, ribuan orang mengikuti aksi bertajuk “Free Palestine March” sebagai bentuk protes terhadap berlanjutnya agresi Zionis Israel di Gaza dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Aksi tersebut digelar setelah shalat Isya di sekitar Masjid Kocatepe atas seruan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Platform Ankara untuk Solidaritas dengan Palestina.

Para peserta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam penjajah Israel dan Amerika Serikat sebelum pawai berakhir di depan Masjid Melike Hatun.

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Dalam aksi tersebut, peserta menyerukan negara-negara Muslim mengatasi perbedaan dan bersatu untuk Palestina.

Mereka juga mendesak pelaksanaan penuh kesepakatan gencatan senjata serta pembukaan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan, obat-obatan, dan alat berat yang diperlukan untuk membersihkan puing-puing di Gaza.

Peserta juga menegaskan pentingnya mengakhiri penjajahan dan mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

 

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Dunia Islam
Palestina
Dunia Islam
Internasional