Menag: Musabaqah untuk Tumbuhkan Cinta Umat pada Al Quran

Jakarta, 14 Rajab 1437 / 22 April 2016 (MINA) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, bahwa penyelenggaraan event musabaqah hafalan Al-Quran bertujuan memberi motivasi kepada masyarakat Asia Pasifik untuk lebih bersemangat dan mencintai dalam menghafal al-Qur’an dan Hadits.

Hal ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan saat penutupan Musabaqah Hafalan al-Qura’n dan Hadits (MHQH) Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat Asia Pasifik ke VII di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (21/04). Demikian keterangan pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Hadir dalam kesempatan ini Wapres Jusuf Kalla, Pangeran Khalid bin Sulthan bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Duta Besar Arab Saudi, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Ade Komaruddin, para peserta Musabaqah, dan para tamu undangan.

Selain itu, MHQH penting untuk menguatkan hubungan generasi muda Asia Pasifik dengan al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran Islam, baik secara ilmiah maupun alamiah. Dikatakan Menag, MHQH juga bertujuan meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai al-Qur’an dan hadits serta berakhlaq qur’ani.

“MHQH juga bertujuan memelihara dan melindungi kemurnian aqidah Masyarakat Islam dari paham keagamaan yang menyimpang, serta sarana mempererat persatuan dan kesatuan umat dan bangsa juga mengokohkan jalinan persahabatan antarnegara, terutama di kawasan Asia Pasifik,” imbuhnya.

Menag menyatakan, MHQH ini kali diikuti oleh 150 peserta dari 25 negara dan 24 pendamping dari 24 negara. MHQH sendiri berlangsung 18-20 April 2016 di Masjid Istiqlal Jakarta. “Alhamdulillah, minat peserta yang mengikuti MHQH tersebut tiap tahun meningkat. Hal ini berdampak positif bagi Umat Islam Tanah Air dan mengandung makna yang positif dalam konteks hubungan antarbangsa” ungkapnya.

Tak lupa, Menag berterima kasih kepada Kerajaan Saudi atas kerjasama yang terjalin selama ini. “Semoga, kerja sama ini terus terjalin dan semakin berkembang dalam bidang lainnya, untuk perkembangan dan kemajuan Umat Islam,” harapnya.

Menag juga berharap MHQH mampu menjadi pendorong berkembangnya pendidikan al-Qur’an dan Hadits di Asia Pasifik. Tidak sekedar menghafal, namun juga menggali dan mengeksplorasi ilmu-ilmu al-Qur’an dan Hadits untk kemajuan masyarakat dan perdamaian dunia.

Menag melihat, kawasan Asia Pasifik sebagai kawasan “Jantung Perdamaian Dunia” karena kawasan ini relatif stabil dan diharapkan terus menjaga ketahanan geopolitiknya.

Sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim al-Mubarak mengatakan, para pemenang MHQH Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz Alu Su’ud, akan menjadi tamu kehormatan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia saat menunaikan Ibadah Haji Tahun 2016 ini.

“Nantinya, para juara MHQH akan berhaji bersama para juara MHQH tingkat Nasional yang diselenggarakan pada Maret Lalu. Jika para pemenang menolak berhaji, maka akan mendapat ganti berupa hadiah uang” ujarnya. (T/ima/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)