Abbas Bertemu Enam Organisasi Palestina yang Dicap ‘Teroris’ oleh Israel

Presiden Abbas bertemu dengan organisasi masyarakat sipil Palestina yang menjadi sasaran Israel Pertemuan Presiden Mahmoud Abbas dengan perwakilan organisasi masyarakat sipil. (Foto:WAFA)

Ramallah, MINA – Sebagai wujud solidaritas terhadap kelompok-kelompok hak asasi manusia dan masyarakat sipil Palestina yang baru-baru ini ditetapkan oleh pendudukan Israel, sebagai organisasi “teroris”, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan, ia berdiri dengan bangsa lembaga yang melakukan tugasnya untuk mengungkap kejahatan pendudukan.

Abbas menerima perwakilan dari enam organisasi Palestina yang ditargetkan oleh Israel di kantornya Ramallah, di antaranya Al-Haq, Addameer, Pertahanan Anak Palestina, Komite Persatuan Kerja Pertanian, Komite Persatuan Perempuan Palestina, dan Pusat Penelitian dan Pengembangan.

“Keputusan Israel, yang menetapkan lembaga-lembaga Palestina ini sebagai teroris, ditolak dan dikutuk,” kata Abbas kepada delegasi tersebut pada Selasa (26/10), WAFA melaporkan.

“Kita semua mendukung lembaga-lembaga nasional yang melakukan tugas mereka untuk mengungkap kejahatan pendudukan dan mengeksposnya ke dunia,” kata Abbas.

Ia menambahkan, akan ada tindakan resmi Palestina di tingkat internasional dalam menghadapi keputusan ini.

Abbas mengatakan, Israel tidak memiliki hak mengganggu pekerjaan organisasi-organisasi yang beroperasi sesuai dengan hukum Palestina. Ia menekankan perlunya upaya bersama Palestina dalam menghadapi tantangan yang dipaksakan oleh pendudukan Israel.

Sementara para anggota delegasi menekankan bahwa organisasi mereka akan terus melakukan pekerjaan mereka dalam mengungkap kejahatan pendudukan terhadap rakyat Palestina.

Mereka mengatakan, akan tetap berhubungan dan berkoordinasi dengan kantor presiden, lembaga resmi, dan pasukan nasional untuk menghadapi keputusan Israel yang melanggar semua hukum ini. (T/R6/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)