ABBAS DAN AL-SISI BAHAS SITUASI KEMANUSIAN DI PALESTINA

foto: Ma'an
foto: Ma’an

Kairo, 11 Muharram 1437/9 November 2015 (MINA) – Presiden Mahmoud , Ahad (8/11)  kemarin, melakukan pertemuan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah , di Kairo untuk membahas situasi kemanusiaan dan keamanan yang memburuk di wilayah pendudukan Palestina, kata juru bicara Presiden Mesir Al-Sisi.

Dalam sebuah pernyataannya, Alaa Yousef mengatakan, Abbas dan Sisi telah sepakat bahwa semua praktek-praktek yang “menciptakan lebih banyak ketegangan” harus dihentikan, termasuk pembangunan pemukiman Israel yang ilegal berdasarkan hukum internasional.

Mereka sepakat bahwa mengakhiri praktek tersebut bisa membuka jalan bagi dimulainya kembali pembicaraan damai antara Israel dan Otoritas Palestina. Pernyataan itu juga menyatakan bahwa solusi yang komprehensif bisa membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah. Demikian Maan News Agency melaporkan, dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin.

Kedua presiden juga membahas kegiatan yang sedang berlangsung di perbatasan timur Mesir, tempat tentara Mesir telah membantu mengendurkan blokade Israel yang melumpuhkan Jalur Gaza.

Presiden Mesir mengatakan, kepada Abbas bahwa kegiatan ada di sepanjang perbatasan bertujuan “mengamankan perbatasan,” dan dilakukan  melalui koordinasi penuh dengan Otoritas Palestina.

Kegiatan ini “tidak pernah  dimaksudkan mencelakakan  saudara-saudara Palestina di Jalur Gaza,” kata Sisi, demikian menurut pernyataan itu.

Presiden Mesir menambahkan, jika Palestina mengambil kendali atas Jalur Gaza yang saat ini dikuasai Hamas – itu bisa memperbaiki kondisi hidup di Gaza dan memungkinkan perbatasan beroperasi “normal”  dan memungkinkan rakyat Gaza dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Mesir sangat jarang membuka pelintasan perbatasan Rafah ke Gaza, sementara tentaranya telah menghancurkan ratusan terowongan di sepanjang perbatasan.

Terowongan untuk penyelundupan itu berfungsi sebagai jalur hidup ke dunia luar bagi 1,8 juta penduduk Gaza sejak Israel memulai blokade militer pada tahun 2007.

Hamas mengalami hubungan yanag buruk dengan pemerintah Mesir sejak sekutunya, Ikhwanul Muslimin, yang terpilih secara demokratis, dikudeta militer Mesir pada Juli 2013. (T/P002/R07)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0