Abbas Kepada Olmert: Perdamaian Tidak Melalui Aneksasi

New York, MINA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert Selasa malam (11/2) di New York, dan mengatakan bahwa mencapai perdamaian tidak dapat dicapai dengan aneksasi atau memaksakan pendapat sepihak.

Pada konferensi pers bersama di sela-sela sidang DK PBB, Abbas menegaskan kembali penolakannya terhadap rencana Trump dan menekankan bahwa itu tidak akan menjadi dasar untuk negosiasi di masa depan, seperti dilaporkan Wafa News.

Kepada Olmert Abbas mengkonfirmasi kesiapannya untuk menyelesaikan perundingan, berdasarkan keputusan legitimasi internasional, dan bukan berdasarkan rencana aneksasi AS-Israel.

Ia mengatakan, “Rakyat kami menginginkan negara Palestina merdeka yang hidup berdampingan dengan Israel dalam keselamatan dan keamanan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya”.

Presiden Abbas menambahkan, “Apa pun situasi antara kami dan Israel, kami tidak akan menggunakan kekerasan. Kami percaya dalam memerangi terorisme, dan kami memiliki 83 perjanjian internasional untuk memeranginya, dan kami mengekspresikan posisi kami melalui perlawanan rakyat yang damai.”

Presiden menegaskan bahwa ia menerima perdamaian bagi orang-orang yang ingin mencapainya, dengan sponsor internasional dan atas dasar keputusan legitimasi internasional, dan dia berkata, “Kami tidak menginginkan apa pun di luar legitimasi internasional.”

Sementara itu, Olmert mengatakan bahwa Presiden Mahmoud Abbas melakukan segala yang mungkin untuk mengekspresikan komitmennya terhadap perdamaian dan bekerja untuk menciptakan lingkungan yang sesuai untuk pencapaiannya antara kedua negara.

Olmert mengindikasikan bahwa cara Amerika Serikat menangani proses perdamaian bukanlah cara yang benar, menambahkan bahwa Presiden Abbas adalah orang yang cinta damai.

Dia melanjutkan, “Sebagai mitra untuk perdamaian, saya percaya bahwa satu-satunya mitra Palestina untuk perdamaian, yang mewakili rakyat Palestina dan siap untuk negosiasi adalah Presiden Mahmoud Abbas, dan saya percaya kepadanya karena ada jembatan di antara kami.” (T/RS2/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)