ABBAS – KERRY DISKUSIKAN PEMERINTAHAN PALESTINA BERSATU

Ramallah, 4 Sya’ban 1435/2 juni 2014 (MINA) – Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas melakukan pembicaraan  telepon, Ahad (1/6) dengan  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, membahas bentuk pemerintahan Palestina bersatu dan masa depan proses perdamaian Timur Tengah.

Abbas mengatakan, pemerintah persatuan akan terbentuk dari unsur-unsur independen dan akan mematuhi program politik, demikian Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA). “Tugas utama pemerintah adalah untuk mempersiapkan pemilu baru,” kata Abbas.

Pada akhir April, Hamas yang menguasai Jalur Gaza, dan Fatah yang memerintah Tepi Barat yang diduduki, menyepakati kesepakatan rekonsiliasi dengan maksud mengakhiri perpecahan yang telah merusak hubungan mereka sejak tahun 2007. Kesepakatan itu menetapkan pembentukan pemerintah persatuan nasional untuk melayani sampai pemilihan legislatif dan presiden dapat diselenggarakan di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada tahun 2015.

Baca Juga:  Ini 7 Alasan Israel Ingin Serang dan Kuasai Rafah

Pembicaraan perdamaian antara perunding Israel dan Palestina yang dilanjutkan di Washington pada Juli tahun lalu setelah hampir tiga tahun terhenti, kembali runtuh pada bulan April. Pembicaraan rusak setelah Israel menolak untuk melepaskan 26 tahanan Palestina bulan lalu, meskipun sebelumnya berjanji membebaskannya.

Abbas membalas pelanggaran itu dengan mengajukan permohonan keanggotaan Palestina di 15 konvensi dan badan-badan PBB. Sejak itu, Israel mengumumkan rencanan langkah-langkah hukuman yang akan diambil terhadap Palestina setelah gerakan Fatah pimpinan Abbas menandatangani kesepakatan rekonsiliasi dengan Hamas. (T/P09/EO2) Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor:

Comments: 0