Abbas Minta Sidang Darurat DK PBB terkait Eskalasi di Al-Quds

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: Wafa)

Ramallah, MINA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi di Ibu Kota yang diduduki, Yerusalem Timur (Al-Quds), dan segala konsekuensi yang mungkin timbul dari eskalasi itu.

Presiden mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Jumat (7/5), dia telah meminta Duta Besar Palestina untuk PBB untuk meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB, untuk melaksanakan resolusi tentang Yerusalem dan Wilayah Palestina yang diduduki.

“Terorisme pemukim hanya akan membuat kami lebih berkomitmen untuk menegakkan hak sah kami untuk mengakhiri pendudukan, mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan, dan mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai ibu kota abadi,” kata Presiden Abbas.

Mengingat perkembangan terakhir, Presiden meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab penuh untuk menghentikan agresi Israel dan memberikan perlindungan internasional bagi rakyat Palestina, yang mempertahankan hak dan kehadiran mereka yang sah di tanah air mereka.

Presiden Abbas menganggap pemerintah pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas “perkembangan berbahaya dan serangan berdosa yang terjadi di Kota Suci, dan atas konsekuensinya.”

Setidaknya 53 warga Palestina terluka pada Jumat malam (7/5), ketika polisi pendudukan Israel mendobrak halaman Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem yang diduduki, menurut saksi mata.

Petugas polisi menembakkan peluru berlapis karet dan granat kejut kepada ratusan jamaah yang menghadiri shalat tarawih di kompleks tersebut. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)