Abdullah bin Mas’ud Pembawa Inspirasi Memahami Al-Qur’an

Oleh Ustadz Dudin Shobaruddin (Ketua Sekolah Tinggi Al Quran Abdullah bin Masud)

Abdullah bin Mas’ud merupakan satu diantara sekian banyak shahabat Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang disebut Sabiquunal awwalun. Karena dia merupakan orang yang keenam yang memeluk Islam. Memiliki badan yang kecil dan kaki yang pincang.

Bagaimanapun Rasulullah memberikan penjelasan bahwa kaki Abdullah bin Mas’ud itu lebih berat dibanding gunung Uhud. Dia seorang pemuda yang miskin, menjadi  pembala kambing pada seorang sudagar Makkah Ukbah bin Muaith, namu dengan keshalehannya, ia mendapat kedudukan mulai di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pada suatu hari datanglah Rasululllah dan Abu Bakar kepada Abdullah bin Mas’ud untuk membeli perahan susu kambing yang ia gembala, tapi Abdullah menolaknya karena kambing tersebut bukan miliknya.

Maka baginda Nabi meminta kepada Abdullah bin Masud untuk menunjukan kambing yang kurus, tiada susunya. Nabipun memerahnya. Ternyata kambing itu mengeluarkan susunya yang luar biasa. Setelah mendapat air susu kambing yang berlimpah, diserahkan susu itu kepada Abdullah untuk diberikan kepada tuannya.

Abdullah bin Masud terheran-heran melihat hal itu. Ia merasa tertarik dan ingin menemui baginda Nabi pada hari berikutnya. Namun, sebelum ia bertemu Nabi, ia sudah mendapat informasi bahwa Muhammad itu adalah seorang utusan Allah dan peristiwa Nabi memerah susu pada kambing yang kurus itu merupakan sebagian dari mukjizat kenabian.

Maka ketika bertemu Nabi, Abdullah bin Masud langsung menyatakan bai’atnya memeluk Islam dan memohon untuk menjadi pelayan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Baginda Nabi mengabulkan permintaannya dan resmilah dia menjadi khadim (pelayan) Nabi. Sehari-hari, Abdullah menyiapkan segala keperluan Nabi, ia selalu berusaha mengikuti setiap dakwah Nabi.

Dia membangunkan Rasulullah untuk shalat bila beliau tertidur, menyediakan air untuk mandi, mengambilkan terompah apabila Nabi hendak pergi dan membenahinya apabila beliau pulang. Dia membawakan tongkat dan siwak Rasulullah.

Bahkan Rasulullah mengizinkan Abdullah memasuki kamar beliau jika perlu. Nabi memercayakan kepadanya hal-hal yang rahasia, tanpa khawatir rahasia tersebut akan terbuka. Karenanya, Abdullah bin Mas’ud dijuluki orang dengan sebutan “Shahibus Sirri Rasulullah” artinya ahli memegang rahasia Rasulullah.

Abdullah memilki kelebihan yang tidak dimiliki Shahabat yang lain, walaupun mimiliki jasad yang ramping tapi ia memiliki suara yang merdu sehingga Rasulullah selalu ingin mendengar Abdullah bin Masud melantunkan bacaan ayat suci Al Quran.

Pada satu hari, Rasulullah meminta Abdullah bin masud membaca Al Quran, kemudian beliau berkata, “Bagaimana engkau menyuruhku membaca sedang Al Quran yang diturunkan kepadamu? Maka Nabi pun bersabda, “Aku suka mendengar bacaan dari yang lain.”

Abdullah juga adalah orang yang pertama kali menyaringkan bacaan Al Quran didepan kuffar Quraish. Pada satu hari, Abdullah membaca surah Al-Rahaman dengan suara kuat dan didengar oleh pembesar Quraisy, begitu mereka tahu bahwa itu ajaran Muhammad, maka mereka memukuli Abdullah bin Masud.

Abdullah bin Masud berkata, “Aku adalah orang yang tahu kapan dan dimana Al Quran diturunkan, dan aku mengetahui maksudnya.” Karena itu beliau merupakan shahabat ulung yang banyak menegetahui tentang Tafsir Al-Quran. Banyak para shahabat lain mengambil pengertian atau tafsir darinya.

Sahabat Nabi yang wafat pada 650 Masehi itu bukan saja tahu tentang bacaan dan Tafsir Quran, tapi juga banyak meriwatkan hadis. Sekitar 848 hadis telah diriwayatkannya. Hal ini sesuai dengan kedekatannya pada baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Betapa mulianya menjadi shahabat Nabi seperti Abdullah bin Masud, walaupun memiliki tubuh yang kurus ramping, kakinya kecil tapi dalam pandangan Allah dia begitu mulia.

Saya teringat, ketika launching sebuah institusi Perguruan Tinggi dengan mengambil nama “Shuffah Al Quran Abdullah bin Masud On Line” (SQABM) pada November 2013 lalu, seorang hadirin dari Gaza Dr. Abdullah Ambar berkomentar bahwa mengambil nama tersebut amat tepat sesuai dengan misi dan visi lembaga yaitu untuk memasyarakatkan dan memberikan kefahaman Al Quran sekaligus mengamalkannya. Karena beliau adalah sosok yang mengetahui dimana dan kapan Al Quran diturunkan Al Quran.

Semoga dengan berdirinya SQABM menjadikan inspirasi sehingga lahir para sarjana yang memilki ciri-ciri ketokohan Abdullah bin Mas’ud dalam memahami dan mengaplikasikan Al Quran ini. (R03/R02)

_______________________________

Sumber:  Siyaru AlamNubala jild 3, hal 280 -301.

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)