Abul Hidayat : Berjamaah Tidak Hanya Dalam Sholat di Masjid

Donggala, Sulawesi Tengah, MINA – “Berjamaah itu tidak hanya saat sholat di dalam masjid, tetapi juga di luar masjid,” demikian pengasuh Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Cileungsi Bogor, KH Abul Hidayat Saerodjie.

Berbicara pada tablig akbar dalam acara Peresmian Masjid dan Tabligh Akbar di Dusun Maliko, Desa Ape Maliko, Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala, Kamis (6/12), ia mengatakan, sholat berjama’ah itu merupakan miniatur kehidupan berjama’ah di luar sholat.

“Kalau di dalam sholat kita harus berjama’ah, maka di luar sholat kita juga harus berjama’ah,” katanya.

Abul Hidayat mengatakan, kalau di dalam sholat berjama’ah itu ada dalil yang mengatakan Faidza Kabbara Fakabbir.

“Maka di luar shalat, dalam kehidupan berjamaah kalau kita sudah mempunyai Imaam maka setiap tindak kita harus mengikuti komando dari Imam selaku pimpinan.

“Menunggu imam takbir terlebih dahulu baru kita takbir. Jangan mendahului imam,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menanyakan kepada para hadirin apakah ingin hidup masyarakat Sindue berkah. Kalau ingin hidup berkah maka ramaikan masjid serta hidup kompak dan bersatu.

“Jadi memang Islam itu harus diamalkan dengan kompak dan bersatu. Islam itu satu, tidak boleh beda. Hanya karena perbedaan fiqih, hanya karena perbedaan qunut kemudian berpisah saling mencela, saling mencaci, ini bukan dari ajaran agama Islam,” katanya.

Ia juga berharap, di kampung ini nantinya akan dibangun pondok pesantren.

“Berharap dari masjid yang kecil ini berkembang menjadi lembaga pendidikan tahfidz sehingga banyak melahirkan tahfidz-tahfidz Al-Qur’an. kami dari Al-Fatah siap memback-up insya Allah,” ujarnya.

UAR sudah dua bulan berada di palu. Sekitar 70 relawan dari berbagai daerah mulai dari Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur. Salah satu fokusnya adalah membangun rumah ibadah dalam hal ini masjid yang rubuh akibat gempa beberapa waktu lalu. (L/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).