Acara Peduli Palestina Bertema “Al-Aqsha Memanggilmu” di Jakarta


Ali Erdogan ketua lembaga kemanusiaan Turki Internasional Qonadil Al-Quds (tengah) dan Nurjanah Hulwani ketua lembaga kemanusiaan Indonesia Adara(kiri).(dok.MINA

Jakarta, MINA – Ketua Lembaga Kemanusiaan Turki Internasional Qonadil Al-Quds, Ali Erdogan menjelaskan kondisi warga Palestina khususnya Al-Quds.

“Kondisi saudara-saudara kita di Palestina sekitar 100 tahun lalu mereka di jajah sampai saat ini mereka tidak pernah merasakan kemerdekaan,” katanya dalam acara peduli Palestina dengan tema “Al-Aqsha Memanggilmu” di Hotel Ibis, Jakarta Timur, Jumat sore (28/7).

Menurutnya, rakyat Palestina yang berada di kota Al-Quds (Yerusalem) sangat menderita baik dari sisi finansial ataupun fasilitas, dalam hidup keseharianyapun mereka tidak pernah merasakan ketenangan, siang dan malam pekerjaan tentara Israel menfitnah warga Palestina dengan tujuan agar dapat membunuh, merampas harta, menangkap dan menghancurkan rumah-rumah.

“Saya sering menjumpai anak-anak di Al-Quds, diwajah mereka terlihat sosok anak yang tegar dan pemberani, mereka tidak pernah takut dengan tentara Israel, bahkan semua anak Palestina menginginkan mati syahid. Reaksi orang tua Palestina saat anak-anaknya gugur adalah bahagia di wajah-wajah mereka, karena anaknya telah syahid,” paparnya.

Orang-orang di Al-Quds tidak punya kartu kependudukan, mereka hanya diberi kartu hijau sebagai tanda bahwa mereka dapat tinggal di kota Al-Quds dan yang tidak punya maka dilarang memasuki kompleks Al-Quds, sementara Israel selalu berusaha untuk dirampas dari tangan-tangan penduduk tersebut.

“Saya pernah melihat anak Palestina dengan wajah murung, begitu ditanya ternyata kedua orang tuanya berada di penjara Israel, lalu saya enewarkan kepada anak tersebut untuk ikut saya ke Turki supaya mendapat kehidupan yang layak, namun ia menolak dengan mengatakan, ‘saya harus menjaga ketiga adik saya dan saya tidak akan pernah pergi dari tanah saya (Palestina),'” ujarnya.

Ia mengemukakan, hampir semua anak Palestina hafal Al-Quran. Bagi warga Palestina Al-Quran bukan hanya untuk dihafalkan melainkan senjata mereka yang selalu dibawa kemana saja mereka berada.

“Semua anak Palestina di Al-Quds yang saya lihat hafal Al-Quran, dimulut-mulut mereka yang selalu dilantunkan yaitu ayat-ayat A-Quran,” jelasnya.

Acara ini diadakan oleh lembaga kemanusiaan Adara yang bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan Turki Qonadil Al-Quds Internasional, kedua lembaga tersebut yang bergerak dalam membantu kemanusiaan.

Lembaga kemanusiaan Turki internaeional Qonadil Al-Quds adalah lembaga kemanusiaan Turki untuk Al-Quds mempunyai empat program di Al-Quds yaitu program bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan kesehatan, lembaga ini sudah banyak mengkontribusikan bantuan-bantuan dari rakyat Turki untuk rakyat Palestina.

“Setiap umat islam mesti berjuang bersama orang-orang Palestina, permasalahan palestina adalah permasalahan iman, dan aqidah,” katanya.

Dalam acara tersebut, ia mengajak kepada semua umat Islam untuk membatu warga Palestina dengan melakukan aksi nyata seperti berdoa, mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya Masjid Al-Aqsha yang terletak di komplek Al-Quds dan menyisihkan hartanya untuk didalurkan ke rakyat Palestina.

“Sesungguhnya Al-Aqsha memanggil kita, memanggil setiap orang yang punya hati nurani. Saya minta kepada semua umat Islam, hendaknya kita jangan berpecah belah,” tambahnya.

Acara tersebut juga mengadakan penggalangan dana untuk Al-Quds yang terkumpul sebesar Rp 142. 952.100.(L/R10/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)