Aceh Kejar Target Capaian Imuniasasi MR

Banda Aceh, MINA – Pasca pencanangan kampanye imunisasi Campak Rubella (MR) fase 2 pada Agustus 2018 lalu, realisasi pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Provinsi Aceh masih tergolong rendah, dibanding seluruh wilayah diluar pulau Jawa.

Dalam waktu dekat, pemerintah Provinsi Aceh akan melakukan langkah-langkah segera untuk mengejar ketertinggalan pencapaian cakupan imunisasi MR tersebut, dengan mengadakan rapat koordinasi antar semua pihak yang berkepentingan untuk memastikan semua anak diimunisasi sesuai harapan.

Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Zamhir Islamie mengatakan, setiap kepala daerah di Aceh wajib mengikuti program imunisasi MR yang dikeluarkan pemerintah pusat.

“Yang tidak ikut aturan pemerintah, akan kita tegur mereka, semua harus ikut terutama pada program imunisasi MR,” Kata Zamhir Islamie, Kamis (27/9).

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak agar turut serta mendukung dan melaksanakan imunisasi MR, terutama di wilayah Provinsi Aceh yang masih tergolong rendah.

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Abdurrahman Dahlan mengatakan, dalam kondisi darurat, imunisasi MR menjadi harus untuk dilakukan, apabila tidak, dirinya memprediksi Indonesia akan memanen banyak penderita MR di seluruh pelosok negri.

“Jika masih banyak yang tidak imunisasi, maka Indonesia akan panen penderita MR, itu yang kita khawatirkan selama ini,” Kata Abdurrahman Dahlan, saat memberikan keterangan dalam pertemuan tersebut.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Bimo Wijayanto, mengajak semua pihak untuk mendukung program tersebut. Bahkan di tingkat nasional, surat dukungan telah dikeluarkan oleh berbagai kementerian.

Menurutnya, ini menjadi masalah serius yang sudah dibahas di tingkat nasional, hanya saja perlu kesadaran kita bersama untuk saling mendukung dan mensukseskan imunisasi tersebut.

Imunisasi MR sendiri bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi (penularan) virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan akibat penyakit campak dan rubella, serta menurunkan angka kejadian sindrom rubella kongenital atau Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Kecacatan yang timbul dari MR ini, bisa berupa penyakit jantung bawaan (bocor jantung), kerusakan jaringan otak yang bisa menyebabkan kelumpuhan ataupun retardasi mental, katarak kongenital atau terdapat selaput putih di lensa mata, dan gangguan pendengaran, sehingga wajib untuk di cegah dengan imunisasi. (L/AP/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)