ACT Kembali Kirim 250 Ton Pangan ke Gaza

Truck pengangkut bantuan pangan ke Gaza dari ACT (dok: ACT)

Gaza, MINA – Sebanyak 250 ton pangan siap dikirimkan Indonesia Humanitarian Center (IHC) Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk masyarakat Gaza pada Ramadhan ini.

“Pendistribusian ini merupakan bagian dari total 10 ribu ton pangan yang diberikan untuk masyarakat Palestina hingga akhir Ramadan nanti,” kata ACT dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/5).

Ratusan ton pangan tersebut diangkut menggunakan 10 truk yang diberangkatkan dari IHC Gaza.

Pelepasan keberangkatan truk bantuan kemanusiaan ini dihadiri oleh perwakilan menteri Palestina di bidang sosial pembangunan, kebudayaan, ekonomi, dalam negeri, dan belasan lembaga kemanusiaan lokal.

“Bantuan pangan tersebut ditargetkan terdistribusi ke seluruh wilayah di Jalur Gaza sampai 10 hari mendatang,” lanjut keterangan tersebut.

Menurut Jommah Al Najjar, relawan ACT di Gaza, pendistribusian 250 ton pangan melalui program IHC salah satu proyek terpenting pada Ramadan kali ini.

Blokade Israel atas Gaza selama belasan tahun melumpuhkan sendi-sendi kehidupan di Gaza dan Palestina pada umumnya, terutama dalam bidang pangan. Terlebih lagi dengan adanya serangan udara yang pekan lalu menghantam 60 titik di Gaza.

“Oleh karenanya, berbagai orang dengan latar belakang hadir pada seremoni kali ini. Sekitar 150 keluarga yatim, korban luka Great March of Return, dan ulama turut menyaksikan pelepasan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk Gaza,” terang Jommah.

Sementara itu, Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT melaporkan, bantuan pangan itu diikhtiarkan menyasar 10 ribu kepala keluarga di wilayah Gaza Utara, Gaza Tengah, Kota Gaza, Khan Younis, hingga Rafah.

“Bantuan pangan IHC ini ditujukan untuk keluarga miskin, pengungsi, tahfiz, keluarga yatim dan orang-orang dengan disabilitas di Gaza,” kata Faradiba.

Sejak hari pertama Ramadhan ACT telah menyalurkan 500 paket iftar pun telah didistribusikan kepada 500 warga yang tersebar di sekitar Gaza. (R/Sj/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)