Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADHYAKSA DAULT: UMAT ISLAM HARUS DUKUNG PENUH KEMERDEKAAN PALESTINA

Rana Setiawan - Ahad, 24 Agustus 2014 - 21:35 WIB

Ahad, 24 Agustus 2014 - 21:35 WIB

995 Views

Adhyaksa Dault (Gambar: Rudi/MINA)
Adhyaksa Dault (Gambar: Rudi/MINA)

Adhyaksa Dault (Foto: Rudi/MINA)

Jakarta, 28 Syawwal 1435H/24 Agustus 2014 (MINA) – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Adhyaksa Dault mengatakan, umat Islam harus mendukung penuh upaya rakyat Palestina memperjuangkan kemerdekaannya atas penjajahan Zionis sejak puluhan tahun lalu.

Adhyaksa menekankan dukungan terutama pada warga Palestina di Jalur Gaza yang kini tengah mengalami bencana kemanusiaan akibat agresi Zionis Israel mengakibatkan banyak korban dari warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

Dia juga menyayangkan keheningan sebagian besar pemimpin negara-negara Islam dan masyarakatnya yang belum melakukan tindakan nyata untuk mendukung dan membantu saudara seiman di Palestina yang menderita akibat berbagai kejahatan dan kebiadaban entitas Zionis itu.

“Sesungguhnya manusia paling zalim adalah kita umat Islam yang tidak peduli sedikit pun penderitaan saudara-saudara kita yang sedang dijajah Zionis Israel,” tegas Adhyaksa saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal bi Halal Radio Silaturahim (Rasil) di Aula Silaturahim, Jakarta, Ahad.

Baca Juga: Presiden Biden Positif COVID-19 Saat Kampanye di Las Vegas

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, lebih dari 10.500 warga Gaza luka-luka akibat serangan Zionis Israel sejak 7 Juli lalu, di mana PBB sendiri mengatakan lebih dari 460 ribu penduduk Palestina masih mengungsi dan tinggal di tempat penampungan di area kecil yang diblokade itu

Menpora dalam kabinet Indonesia bersatu periode 2004–2009 itu mengapresiasi upaya Radio Silaturahim dengan konsep “Untuk Islam Yang Satu” terus menyuarakan aksi solidaritas bagi rakyat Palestina salah satunya dengan mensosialisasikan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di utara Gaza hingga selesai pembangunan fisiknya.

Dia juga mendukung pembangunan RS Indonesia berlokasi di Bayt Lahiya, utara Gaza yang berdekatan dengan perbatasan wilayah jajahan Israel itu sebagai wujud aksi nyata dukungan rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) sebagai inisiator pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza dalam pembangunannya bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawannya dengan keahlian khusus seperti insinyur sipil, kelistrikan, dan lain-lain, yang seluruhnya tidak dibayar (unpaid volunteers).

Baca Juga: Militer Israel Tarik Sebagian Besar Pasukan Darat dari Gaza Selatan

RS Indonesia berkapasitas 100 kamar tidur itu sudah selesai pembangunan infrastrukturnya, dan akan beroperasi dalam waktu dekat setelah pengadaan alat-alat kesehatan rampung.

Aksi Nyata

Adhyaksa juga menghimbau agar masyarakat Islam terus memberikan dukungan dan aksi nyata membela saudara-saudaranya hingga penjajahan Zionis dapat dihapuskan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina tercapai.

“Jika RS Indonesia dapat berdiri dengan sumbangan Muslim Indonesia, maka tentunya kita juga dapat menyumbangkan harta kita untuk membelikan senjata guna perjuangan kemerdekaan saudara kita di Palestina,” katanya kepada ribuan pendengar setia Rasil AM 720 Khz dari berbagai kalangan dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan negara-negara jiran sampai ke Hongkong.

Baca Juga: MAPIM: Pembunuhan Tujuh Anggota World Center Kitchen Oleh Israel Tidak Dapat Dimaafkan

Dalam kesempatan itu, Adhyaksa yang kini menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka itu mengucapkan selamat dan salut atas pernikahan seorang pemuda Indonesia yang merupakan satu di antara 19 relawan Indonesia untuk pembangunan RS Indonesia, Muhammad Husein bin Aji Muslim dengan seorang muslimah asal Khan Younis, selatan Gaza yang bernama Jinan Ar-Raqb.

Relawan Indonesia dari pesantren Al-Fatah itu yang tergabung dalam lembaga kemanusiaan MER-C tersebut berhasil melangsungkan akad nikahnya pada Ahad (17/8) di Jalur Gaza, di masa perang masih berlangsung.

Terakhir Adhyaksa meminta seluruh umat Islam untuk mendoakan para pejuang dan rakyat Palestina agar memperoleh kemenangan dari serangan-serangan Zionis Israel.

Acara temu pembicara dan Halal bi Halal Radio Silaturahim merupakan acara rutinan satu tahun sekali digelar setiap bulan Syawwal. Acara tersebut menjadi ajang silaturahim para pendengar radio dakwah yang mengudara di gelombang AM 720 Khz itu.

Baca Juga: Pengunjuk Rasa di London Serukan Diakhirinya Perang Israel di Gaza

Radio Silaturahim sejak pertama didirikan bertujuan untuk menegakkan kalimat Allah, keadilan, memperjuangan kebenaran dan menyambung serta merajut tali persaudaraan di antara kaum muslim, tanpa melihat kelompok, golongan, sekte dan mazhab, dan tidak berprinsip pada kefanatikan.

Radio Silaturahim sebagai model penyebaran dakwah melalui media radio guna mencapai tujuan menjadi radio dakwah yang dapat mempersatukan dan memberdayakan potensi ummat  untuk kejayaan Islam.(L/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Bantuan Iftar di Pekarangan Masjid Al Aqsa: WIZ Wujudkan Solidaritas Palestina

Rekomendasi untuk Anda