Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adnan Hmdan: Pemindahan Warga Gaza ke Luar Palestina adalah Pembersihan Etnis

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - 23 detik yang lalu

23 detik yang lalu

1 Views

Wakil Ketua Forum Palestina di Inggris, Adnan Hmdan, dalam Seminar Internasional Solidaritas Palestina: Perjuangan Keadilan Antar Bangsa yang digelar di Al Jazeerah Restaurant, Jatinegara, Jakarta Timur, Ahad (31/8/2025). [Foto: Arina/MINA]

Jakarta, MINA – Wakil Ketua Forum Palestina di Inggris, Adnan Hmdan menegaskan bahwa pemindahan massal warga Gaza ke luar tanah air mereka—termasuk ke Indonesia—merupakan bentuk ethnic cleansing atau pembersihan etnis yang dilakukan Zionis Israel.

Hal itu ia sampaikan dalam Seminar Internasional Solidaritas Palestina: Perjuangan Keadilan Antar Bangsa yang digelar di Jakarta Timur, Ahad (31/8).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) yang dipimpin oleh Dr. Ahed Abu Al-Atta.

Menurut Hmdan, ide pemindahan rakyat Palestina ke luar negaranya dengan dalih kemanusiaan sejatinya dapat menjadi jebakan yang justru menguntungkan Zionis Israel.

Baca Juga: PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI Imbas Kontroversi Joget

“Kalau ribuan hingga ratusan ribu orang Palestina dipindahkan ke luar, termasuk ke Indonesia, itu justru membantu proyek pembersihan etnis. Tujuan Zionis Israel adalah mengosongkan tanah Palestina agar mereka bisa menguasainya penuh,” tegasnya.

Ia menambahkan, strategi Zionis Israel ini nyata dan berbahaya. Namun, rakyat Palestina tetap teguh mempertahankan tanah air mereka.

“Perencanaan Zionis Israel ini memang ada, tetapi rakyat Palestina tidak akan pernah meninggalkan tanah mereka, dan akan tetap bertahan di bumi Palestina,” katanya.

Hmdan juga menyoroti propaganda Zionis Israel kepada negara-negara pendukung Palestina.

Baca Juga: Prabowo: Tunjangan DPR Dicabut, Kunjungan Luar Negeri Dimoratorium

“Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Zionis Israel, tetapi ada jalur hubungan tidak langsung melalui Singapura. Hati-hati,” ujarnya.

Hmidan pun memperingatkan adanya propaganda ekonomi yang dilancarkan Zionis Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

Ia mencontohkan Sudan yang semula dibantu Amerika karena krisis ekonomi, namun setelah normalisasi dengan Zionis Israel justru dilanda perang saudara.

“Bantuan dari negara lain tidak berarti kita harus tunduk. Jangan sampai normalisasi dengan Zionis Israel menggoyahkan prinsip kita,” tegas Hmidan.

Baca Juga: Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan dari Anggota DPR

Di awal materinya, Hmidan memuji dukungan rakyat Indonesia kepada Palestina yang begitu ia rasakam.

“Saat landing di Indonesia, saya dapat merasakan kecintaan rakyat Indonesia terhadap Palestina. Karena itu, kami merekomendasikan agar Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia menggerakkan aksi yang lebih besar dan terstruktur, bukan hanya 500 atau 1000 orang, tapi lebih besar lagi karena ini negara besar,” ujarnya.

Selain Adnan Hmdan, seminar tersebut juga menghadirkan Tokoh Nasional Palestina, Dr. Mustafa Al-Barghouti, sebagai pembicara.

Aqsa Working Group (AWG) bersama beberapa organisasi kepalestinaan turut diundang menjadi peserta dalam seminar tersebut.[]

Baca Juga: Ketua MUI Lampung: Pemimpin yang akan Mewarisi Bumi dari Kaum Tertindas

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda