AFC Larang Iran Jadi Tuan Rumah Pertandingan Sepakbola Internasional

Teheran, MINA – Federasi Sepak Bola Iran telah mengkonfirmasi menerima surat resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang melarang negara itu menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola internasional.

“Federasi Sepak Bola Republik Islam (IFF) telah menerima surat resmi dari AFC yang mengatakan telah memutuskan untuk mengadakan Kejuaraan Liga Sepak Bola Asia di masa depan yang diselenggarakan oleh Iran di negara-negara ‘netral’,” kata Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Kantor berita Tasnim melaporkan pada Jumat (17/1).

Iran berada pada posisi elite sepakbola dunia, beberapa kali tampil di Piala Dunia dan sejumlah pemainnya dikontrak club-club liga Eropa.

Sektor olahraga Iran, khususnya klub sepak bola, sebagian besar dikelola dan diawasi oleh Komandan IRGC.

Berdasarkan laporan Tasnim, semua otoritas IFF yang terkait dengan kasus ini segera mengadakan sidang  untuk memutuskan tanggapan yang tepat terhadap larangan “tidak beralasan” AFC.

Menolak larangan itu, IFF bersikeras bahwa Iran layak menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola internasional. Radio Farda melaporkan.

“Iran sepenuhnya siap menjadi tuan rumah bagi berbagai tim karena telah berulang kali terbukti selama beberapa tahun terakhir,” Amirmahdi Alavi, juru bicara IFF, mengatakan kepada media lokal.

Namun, federasi sepak bola Iran belum merinci mengapa itu dijatuhkan larangan dari AFC, atau apakah keputusan itu terkait dengan jatuhnya pesawat penumpang Ukraine Airlines yang menewaskan semua 176 penumpang di atas ibukota, Teheran.

Federasi Iran, yang memiliki empat tim : Esteqlal, Perspolis, Sepahan, dan Shahr Khodro di Liga Champions Asia, mengatakan akan bertemu dengan para pejabat AFC untuk menyampaikan keberatannya terhadap keputusan tersebut.

Tanggapan resmi klub Iran terhadap larangan itu akan segera diumumkan di situs IFF.

Musim lalu pihak Iran bertanding menghadapi tim Saudi di Uni Emirat Arab. Tim Saudi tidak melakukan perjalanan ke Iran karena kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 2016. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Comments are closed.