Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban untuk Memulai Pembicaraan Damai

Kabul, MINA – Presiden Afghanistan, mengikuti rekomendasi Dewan Tradisional Afghanistan pada Ahad (9/8) yang menyatakan akan membebaskan 400 tahanan Taliban yang tersisa untuk membuka jalan bagi pembicaraan damai yang bertujuan mengakhiri perang hampir dua dekade itu.

“Taliban harus menunjukkan bahwa mereka tidak takut pada gencatan senjata yang komprehensif. Tidak ada keberanian besar yang dibutuhkan untuk perang, tetapi untuk perdamaian,” kata Ashraf Ghani kepada Loya Jirga, yang dimulai pada hari Jumat (7/8), Anadolu Agency melaporkan.

Pembebasan tahanan yang tersisa akan dilakukan pada 19 Agustus, Hari Kemerdekaan Afghanistan.

Lebih dari 3.000 tokoh masyarakat, yang berkumpul di ibu kota Kabul, menyetujui pembebasan tersebut dan menyerukan segera dimulainya negosiasi, gencatan senjata, dan jaminan internasional bahwa pemberontak tidak akan melakukan kekerasan lagi.

Pertukaran dan pembebasan 5.000 tahanan Taliban dengan imbalan 1.000 pasukan keamanan tawanan disepakati dalam kesepakatan penting antara Washington dan Taliban pada Februari lalu.

Berdasarkan kesepakatan itu, AS berkomitmen untuk menarik semua pasukan dari Afghanistan pada Juli 2021.

Sebagai imbalannya, para pemberontak berjanji mencegah kelompok teroris menggunakan tanah Afghanistan untuk menyerang dan mengupayakan rekonsiliasi dengan kelompok Afghanistan lainnya melalui proses dialog.

Kabul telah membebaskan semuanya kecuali menolak keras pembebasan 400 tahanan “inti” terakhir.

Pengumuman tersebut disambut baik oleh Pakistan, negara yang juga memfasilitasi utusan perdamaian Washington Zalmay Khalilzad dalam merundingkan kesepakatan dengan Taliban.

“Pakistan menyambut baik rekomendasi Loya Jirga kepada Presiden Ashraf Ghani untuk membebaskan tahanan Taliban yang tersisa dari daftar 5.000 tahanan mereka,” kata Mohammad Sadiq, Perwakilan Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Afghanistan melalui Twitter.

“Rintangan utama dalam Jalan Negosiasi Intra Afghanistan akan dihapus dengan penerapan rekomendasi ini,” tambahnya.

Negosiasi antara Taliban dan kepemimpinan politik Kabul diharapkan akan segera dimulai, dan kemungkinan besar di Qatar. (T/R7/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)