Ahmad Zubaidi : Pentingnya Berjamaah Bagi Umat Muslim

Bogor, 10 Djulhizah 1437/ 12 September 2016 (MINA) – Amir Tarbiyah Wat Ta’lim Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Ahmad Zubaidi Ardani, mengatakan pentingnya umat Islam mengamalkan syariat berjamaah dengan berimaamah dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Islam, umat Muslim wajib membai’at seorang Imaam dan menthaatinya, selama ia menjalankan perintah Allah dan Rasul dalam Al-Qur’an dan Sunnah,” kata Zubaidi dalam khutbah Idul Adha 1437 di lapangan kompleks Pondok Pesanten Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/9).

Menurutnya, dalam kehidupan berjamaah itu, umat Islam melaksanakan kethaatan kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri.

Ia menyebut Surat An-Nisa ayat 59 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

“Menghayati kehidupan berjamaah, serta taat kepada Imaam, insya Allah janji Allah akan memberikan kebahagian dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ia memaparkan, perbedaan cabang tidak perlu menjadi perpecahan, seperti perbedaan shalat Subuh, ada yang memakai qunut ada yang tidak, ada yang mengucap bismillah secara keras ada yang langsung hamdallah.

Sementara, lanjutnya, orang-orang kafir saling bersatu menjadi pelindung bagi yang lainnya, dalam menghalangi jalan Allah.

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar,” ujarnya mengutip surat Al-Anfal ayat 73.

“Untuk itu, marilah kita bergegas untuk amal yang baik bagi dunia dan akhirat, yakni dalam menyatukan kaum Muslimin dan menghindari perpecahan, dengan Imaam yang satu, Islam yang satu, Tuhan yang satu, Rasul yang satu dan Al-Qur’an yang satu,” pungkasnya. (L/M013/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)