Ahmed Abdul Malik : Bukan Islam Jika Tidak Rahmat

Muhajirun, MINA – Ulama asal Nigeria, Dr. Ahmed Abdul Malik mengatakan, jika sampai ada sistem atau cara yang tidak ada rahmat di dalamnya, maka itu bukan dari Islam.

“Islam adalah rahmat, sederhana dan mudah dipahami,” kata Ahmed dalam Tabligh Akbar  Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bertajuk ‘Menjadikan Spirit Bulan Ramadhan Sebagai Momentum Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Pengamalan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin’ di Masjid An-Nubuwwah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Ahad (6/5).

Sebagaimana firman Allah yang tertuang di dalam surat Al Anbiya ayat 107, tambah Ahmad, wajib hukumnya bagi seluruh manusia untuk berdakwah, baik individu maupun berjamaah.

“Dengan mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Insya-Allah umat Islam akan berjaya, sukses, dan diterima di mana-mana,” ujar dosen Universiti Sain Islam Malaysia (USIM) itu.

Ini, lanjutnya, sebagai nasihat untuk dirinya pribadi dan untuk seluruh umat, untuk senantiasa mengamalkan Islam yang rahmat.

“Yang terpenting adalah Islam yang haq,” imbuhnya.

Ia saat ini sedang memproyeksikan perintisan Ma’had Tahfidzul Quran di negaranya sebagai bentuk dakwah nyata kepada generasi anak-anak Muslim.

Tabligh Akbar diselengarakan dalam rangkaian Ta’lim Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dan berlangsung mulai 30 April sampai 6 Mei 2018 dengan rangkaian acara di antaranya Konferensi Pemuda Muslim Internasional untuk Pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, Bakti Sosial, Bazar Sya’ban, Expo Dunia Islam, Kejurnas Al-Fatah Karate-Do (AFKADO), dan Porseni Al-Fatah se-Indonesia. (L/R09/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0