Akibat Gempa, 55 Warga Palestina di Turki dan Suriah Meninggal

Seorang pria mencari korban di sebuah bangunan yang hancur di Adana, Turki photo by: Qudsnen.

Yerusalem, MINA – Setidaknya 55 warga Palestina tewas akibat gempa berkekuatan 7,8 SR dan gempa susulan yang melanda wilayah tenggara Turki di sepanjang perbatasan dengan Suriah. Selasa (7/12).

Dikutip dari Wafa, Faed Mustafa, Duta Besar Palestina untuk Turki, telah mengkonfirmasi hari ini bahwa 23 lebih pengungsi Palestina  tewas dalam gempa bumi besar yang melanda Turki dan Suriah, meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 55.

Mustafa membenarkan kabar duka tersebut kepada Wafa melalui percakapan telepon.

Dipaparkan sebanyak 13 mayat ditarik dari bawah reruntuhan di kamp pengungsi Raml di Latakia, lima di Jableh, tiga di Aleppo dan satu dari kota Jindires di Suriah.

Sejumlah tiga kamp pengungsi Palestina terkena dampak gempa besar dan ini termasuk kamp pengungsi Raml di Latakia, dan kamp Neirab dan Handrat di Aleppo; selain beberapa komunitas Palestina lainnya di kegubernuran Suriah utara.

Pihak berwenang Turki mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang berpusat di tenggara Turki naik menjadi 3.419, sehingga jumlah total yang tewas, termasuk di Suriah utara, menjadi lebih dari 5.000.

Getaran awal berkekuatan 7,8 SR pada Senin pagi yang merobohkan bangunan  pada saat orang-orang tengah tertidur dan tidak lama dari itu muncul gempa susulan berkekuatan 7,6 SR beberapa jam kemudian. Dipastikan jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat.

Presiden Mahmoud Abbas berduka atas para pengungsi Palestina yang tewas dalam gempa bumi dan mengirimkan belasungkawa kepada keluarga mereka.

Dia juga menginstruksikan kedutaan Palestina di Suriah melakukan apa yang diperlukan untuk membantu keluarga yang terkena dampak gempa bumi dan memerintahkan pengiriman tim Palestina untuk membantu operasi penyelamatan. (T/ara/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)