Aksi Bela Palestina, Santri Serukan Pelajar Lakukan Gerakan Intelektual Lawan Zionisme

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Lembaga kePalestinaan Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung menggelar Aksi Damai Bela Palestina dengan tema “Seret Zionis Israel ke Mahkamah Pidana Internasional” Ahad (14/8) di Lapangan Gaza Komplek Ponpes Shuffah Hizbulllah dan Madrasah Al-Fatah, Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan.

Salah seorang peserta orasi merupakan santri kelas dua belas Aliyah Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Tawakal Qodri dalam orasinya menyerukan kaum terpelajar, santri, mahasiswa juga pemuda untuk melakukan gerakan intelektual melawan gerakan zionisme.

“Zionisme adalah gerakan kaum intelektual Yahudi untuk ‘mengembalikan’ orang-orang Yahudi ke bukit Zion di tanah Palestina yang diklaim milik mereka,” katanya.

Gerakan intelektual tersebut menurutnya di kemudian hari berhasil menggalang orang-orang yahudi yang telah berdiaspora di berbagai negara di seluruh dunia utamanya Eropa untuk “hijrah” menuju Palestina yang dalam keyakinan dan klaim Yahudi merupakan tanah yang dijanjikan untuk mereka.

“Kalau Yahudi dengan gerakan intelektualnya sejak 1948 berhasil menguasai dan menduduki tanah Palestina, kita kaum terpelajar hendaknya punya upaya yang lebih dari itu selain memantapkan akidah juga melalui gerakan intelektualnya untuk mengembalikan tanah Palestina yang merupakan hak Kaum Muslimin,” tegasnya.

Aksi Bela Palestina dengan tema “Seret Zionis Israel ke Mahkamah Pidana Internasional” ini diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan. Aksi ini merupakan respon terhadap serangan tentara Zionis Israel beberap waktu lalu yang mengakibatkan  korban meninggal dunia sebanyak 47 orang, 16 diantaranya anak-anak, 4 wanita, termasuk juga dua orang komandan Jihad Islami.

AWG merupakan salah satu lembaga kemanusiaan yang aktif menyuarakan pembelaan terhadap Palestina. Termasuk kerjasama menyediakan SDM pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina yang diinisiasi oleh Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C).

Saat ini RSI menjadi Rumah Sakit yang mempunyai peran sentral dalam membantu korban perang di Gaza, utamanya di wilayah Gaza Utara tempat RSI berada. Pada serangan Israel terakhir pekan lalu, RSI menerima banyak korban warga Gaza baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. (L/B03/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).